“40 Is The New 20” Untuk Anda yang Ingin Awet Muda

famiele.com   40 is the New 20 merupakan buku karangan dua sahabat dengan usia kepala empat, Hannie Kusuma dan Rosdiana Setyaningrum. Buku ini hadir untuk berbagi motivasi positif kepada pembaca lewat rangkaian cerita, pengalaman, serta pemahaman tentang bagaimana menghadapi kekhawatiran, bahkan perubahan yang jamak terjadi di umur empat puluhan. Melalui cerita-cerita tersebut, buku ini menarik untuk dapat dijadikan acuan bagaimana tetap menjadi muda dalam usia yang bisa dikatakan tidak muda lagi.

“Kami ingin menulis buku yang dapat membantu pembaca memahami bagaimana hidup sebagai wanita di usia 40-an. Buku yang relevan dan membuat wanita-wanita ini senang, karena mereka tidak sendirian menghadapi umur 40 – singkatnya, buku yang dapat menjadi teman. Melalui buku inilah kami berbagi, dengan harapan dapat meringankan anxiety dari ribuan pertanyaan serta kekhawatiran yang keluar dari wanita usia ini, ” tutur Hannie dan Diana.

Lewat dua persoalan hidup yang berbeda dari para penulis, Hannie Kusuma yang mantan jurnalis (juga single mom) dan Rosdiana Setyaningrum seorang psikolog — keduanya berhasil menghadapi usia 40 dan tetap merasa berusia 20.

Mereka mengajarkan bagaimana tetap menjadi muda secara psikis dengan menjadi diri sendiri dan  berbahagia di mana pun Anda berada. Mereka tak hanya berbagi tip secara keilmuan dalam berbagai sudut pandang, namun Hannie dan Diana juga tak segan menengok kehidupan pribadi mereka; berbagai menarik hal inilah yang membuat buku ini dapat menjadi panduan bagi wanita-wanita Indonesia.

Pada setiap babnya Hannie dan Diana berbagi pengalaman hidup tentang bagaimana menghadapi usia yang oleh sebagian orang dianggap menakutkan. Padahal menurut Hannie, selalu ada yang menarik dalam memahami perubahan di usia 40 ke atas. “Perubahan bukanlah sesuatu yang negatif atau perlu ditakuti jika disikapi dengan wawasan yang tepat, terbuka, dan setiap pribadi dapat mengadopsinya dengan baik,” katanya. Hannie pun menambahkan bahwa yang terpenting, untuk dapat memahami perubahan kita harus meyakini kalau semua itu butuh proses.

Konten dari buku ini dibuat sedemikian rupa agar relevan dengan apa yang sedang dihadapi di usia 40-an. Secara format, buku ini juga dibuat unik karena dapat dibaca secara tidak urut, setiap babnya dibagi sesuai dengan tema-teman permasalahan yang dapat disesuaikan dengan minat pembaca, dari sisterhood sampai self-acceptance.

“Seperti niat awalnya, kami ingin berbagi cerita, juga berbagi pengalaman serta pemahaman bahwa bertambahnya umur tidak perlu dibarengi ketakutan, tapi justru bersyukur. Harapan kami, jika awalnya kalian merasa khawatir, sedih atau bahkan ketakutan menghadapi usia kepala empat, maka semoga begitu selesai membaca buku ini, semoga hal-hal buruk tersebut bisa terkendali,” tutup Diana.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *