5 Cara Mengatasi Depresi pada Anak Usia Dini

famiele.com – Depresi ternyata tidak hanya di alami orang dewasa, karena penlitian yang banyak di lakukan para ahli mengungkapkan bahwa depresi ternyata dapat menjangkiti siapa saja termasuk pada anak-anak usia pra sekolah bahkan pada bayi sekalipum

Secara umum depresi dapat ditunjukan dengan gejala-gejala hilangnya gairah dan semangat serta berkurangnya daya fikir. Gejala-gejala tersebut berlanjut pada timbulnya stress, rasa gelisah yang berlebihan serta rasa cemas yang terjadi secara terus menerus, hal ini merupakan kejadian serius yang wajib di waspadai oleh para orangtua.

Keadaan depresi sesungguhnya merupakan efek jangka panjang yang di alami oleh seseorang sejak ia masih dalam usia dini bahkan sejak masih bayi, jika hal ini tidak diatasi di khawatirkan akan terbawa saat ia masuk usia pra sekolah bahkan saat ia dewasa kelak.

Depresi pada bayi dapat terlihat dari sikapnya yang rewel karena merasa tak nyaman, baik oleh keadaan maupun sikap orangtua terhadapnya, sementara pada anak-anak usia sekolah sangat terlihat dengan perilakunya yang berubah sangat drastic, serta menurunnya prestasi di sekolah. Jika hal tersebut terjadi sebaiknya orangtua melakukan langkah-langkah yang di perlukan agar keadaanya kembali membaik.

Berikut Langkah-langkah yang bisa orangtua terapkan jika anak mengalami depresi :

• Perhatikanlah asupan dan pola makannya, jika dirasa kurang memenuhi gizi seimbang, lengkapilah dengan makanan-makanan bergizi agar kondisi tubuhnya tidak melemah. Atu juga polanya mkananya

• Perhatikannya juga pola istirahatnya dengan tidur yang cukup agar otak serta pikirannya mendapatkan waktu rileks yang cukup untuk kembali memproduksi hormon-hormon pembangkit semangat.

• Sebisa mungkin luangkan dan ciptakan suasana kebersamaan dengan anak untuk mendengarkan keluh kesah dan masalah yang sedang dihadapi anak, berikan anak respon positif atas apa yang diutarakannya.

• Ciptakan suasana rumah yang nyaman untuk anak agar anak bisa mengembangkan seluruh kemampuan, kreatifitas serta mengekspresikan bakatnya. Sediakan alat-alat yang disukai, seperti alat bermusik, menggambar atau alat-alat lainnya.

• Jangan lepaskan anak untuk belajar mengindentifikasi bermacam cara untuk mengatasi keadaan-keadaan yang membuatnya merasa tak nyaman. Ajarkan ia cara meminta pertolongan, bersikap terbuka tentang hal-hal yang disukainya maupun yang tak disukainya

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *