Ajarkan Anak Berbagi Tanggung Jawab

Berbagi tanggung jawab dengan anak, terkadang dihindari oleh sebagian Ibu. Mereka beranggapan bahwa seorang anak lebih baik difokuskan untuk belajar, mengerjakan tugas sekolah dan bermain. Ibu kerap kali baru mulai memberikan tugas dan tanggung jawab kepada anak ketika telah beranjak remaja ataupun dewasa.

Vera Itabiliana, Psi., psikolog klinis anak, menjelasakan, membentuk kebiasaan baik pada anak sebaiknya dimulai sedini mungkin, salah satunya dapat dilakukan dengan berbagi tanggung
jawab di rumah. Sebab, sekecil apapun tanggung jawab yang diberikan kepada anak, ibu telah menempatkan anak sebagai mitranya, memberikan kepercayaan dan perhatian pada anak.

Selain melatih anak memiliki rasa tanggung jawab, tugas dan pressure Ibu secara tidak langsung juga berkurang. Lebih lanjut, ketika Ibu telah terbiasa untuk berbagi tanggung jawab kepada anak, anak akan merasa bahagia karena telah mendapat atensi dari ibu dan juga merasa bangga karena telah mendapatkan kepercayaan dan diajak berbagi tanggung jawab.

Vera juga menuturkan, ada rasa bangga yang dirasakan oleh Ibu ketika anak ikut terlibat dalam membentuk kebiasaan baik di rumah. Sebagai tambahan, saat Ibu berbagi tanggung jawab
dengan anak, maka Ibu akan memperkuat bonding dengan anak – anaknya.

“Ketika sudah mampu menjadi partner Ibu, sebaiknya Ibu tidak lupa untuk memberikan apresiasi atas upaya yang sudah dilakukan. Dengan demikian, anak akan terlatih untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar lagi,” tambah Vera saat peluncuran kampanye Pepsodent #mommyslittlepartner

Salah satu contoh sederhana adalah mengajak anak menjadi partner ibu membentuk kebiasaan baik dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut keluarga. Hal ini dapat dilakukan dengan bertanggung jawab untuk menyikat gigi sendiri dua kali sehari tanpa perlu dipaksa oleh Ibu, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Bahkan menjadi “agent” untuk saling mengingatkan kedua orang tua mereka sudah sikat gigi atau belum.

Artika Sari Devi, figur publik sekaligus ibu dua orang anak yang di daulat menjadi brand ambassador kampanye Pepsodent #mommyslittlepartner mengungkapkan bahwa saling berbagi
memberikan banyak keuntungan bagi kedua belah pihak (orangtua dan Anak). Menurutnya reward dari saling berbagi bukan semata milik anak tapi juga milik ibu.

“saya merasa seperti mendapatkan reward saat anak saya mau membantu tugas keseharian saya, tertutama saat ia berinisiatif mengingatkan ayahnya tentang kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur saya merasa ia sudah bisa menjadi #mommyslittlepartner,” ungkap Artika Sari Devi

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *