‘Anak Betawi’ Penuhi Panggilan Sejarah

famiele.com, Jakarta – Suku Betawi sebagai bagian dari warga Ibu Kota sekaligus tuan rumah di DKI Jakarta  memiliki tanggung jawab untuk melestarikan dan mengambangkan adat, tradisi serta kebudayaan Betawi, tanggung jawab tersebut di ejawantahkan melalui pelantikan dan pengukuhan Bamus Betawi sebagai sebuah wadah bagi masyarakat, khususnya masyarakat Betawi untuk menuangkan ide-idenya

Hal tersebut diungkap Sekretaris Majlis Adat Betawi KH Lutfi Hakim saat acara pelantikan pengurus Bamus Betawi 25 Agustus lalu di Padepokan Pencak Silat TMMI Jakarta. Menurutnya Bamus Betawi merupakan wadah perjuangan dan pergerakkan  bagi seluruh ormas Betawi yang ada untuk dapat meberdayakan masyarakat Betawi, melestarikan dan mengembangkan adat istiadat dan budaya

“Terutama mengawal pelaksanaan perda nomor 4 tahun 2015 tentang pelestarian kebudayaan Betawi Sampai hari ini sejak Gubernur Anies Baswedan menjabat belum juga disempurnakan dengan pergub-pergub sehingga belum optimal,” paparnya

Sementara itu Ketua Umum Bamus Betawi H. Zainudin mengatakan, bahwa ada semacam semangat atau dorongan yang kuat dari mayoritas Betawi di Jakarta, untuk meluruskan gerak Bamus Betawi ke depan. Sebagai masyarakat adat ibukota dan putra asli daerah orang Betawi merasa sangat berkepentingan  untuk menjaga peradaban adat istiadat dan budaya orang Betawi.

“Ruh orang Betawi ada di situ. Kalau ruh peradaban ini hilang maka kaum Betawi tidak akan seperti sekarang ini,” tandasnya.

“Kita berterima kasih kepada gubernur sebelumnya yang telah meletakkan dasar yang kuat dan memenuhi orang Betawi untuk menjadikan orang Betawi sebgai putra asli daerah dan budayanya diakui sebagai ciri khas ibukota,” tambah pria yang akrab dipanggil H. Oding, ini.

Senada dengan KH Lutfi Hakim, H. Oding memaparkan bahwa, peraturan yang telah dibuat oleh gubernur sebelumnya belum ditindak lanjuti oleh gubernur yang sekarang, sehingga dirasakan belum optimal.

 “Pergub turunannya belum diterbitkan. Oleh karena dari semangat itu, giroh semangat orang Betawi ini memunculkan ruh Betawi harus dihidupkan kembali. Peradabannya harus dihidupkan kembali, akar budayanya harus dihidupkan kembali. Semua ini menjadi kesadaran yang kuat di dalam tubuh masyarakat adat Betawi,” tandasnya.

Selanjutnya kepengurusan Bamus Betawi yang baru di lantik ini berencana akan merekomendasikan kepada Majlis Adat kita untuk segera membentuk LEMBAGA ADAT MELAYU BETAWI dan BADAN NASAB BETAWI.

“Dari ke dua lembaga ini di samping kita akan bergaul dengan seluruh adat istiadat budaya se-Nusantara maka kita juga akan menjaga tradisi kepemimpinan orang Betawi yang dipimpin oleh tokoh yang memiliki nasab kebetawian mutlak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.” Tutup H. Oding

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *