ASTRABI Kenalkan Kembali Wayang Kulit Betawi yang Nyaris Punah

famiele.com, Jakarta – Gelanggang Olah Raga (GOR) Bulutangkis Cendrawasih Cengkareng menjadi saksi bangkitnya kembali salah satu kebudayaan Betawi yang selama ini nyaris punah di telan gempitanya kebudayaan-kebudayaan asing yang setiap hari menyerbu dan menggerus kebudayaan asli masyarakat Betawi.

Saat ini masyarakat asli betawi khusunya generasi muda Betawi mungkin tak banyak mengetahui bahwa di Jakarta pernah ada kebudayaan Wayang Kulit Betawi yang pada jamannya sangat di gandrungi masyarakat bahkan kerap di gelar di moment atau perayaan-perayaan tertentu

Anwar Albatawi, Ketua Umum Asosiasi Silat Tradisi Betawi Indonesia (ASTRABI) menjelaskan bahwa ATRABI sengaja menggelar pertunjukan Wayang ini dengan tujuan untuk mengingatkan kembali bahwa Betawi punya budaya Wayang kulit yang harus di jaga dan di lestarikan kebradaanya.

“ Tujuan dari pagelaran ini sejatinya adalah bentuk keprihatinan kami terhadap nasib seni pertunjukan tradisional khususnya wayang kulit betawi yang saat ini nyaris punah”, kata Anwar saat acara Pelantikan  Pengurus Asosiasi Silat Tradisi Betawi Indonesia (ASTRABI) periode 2018 – 2021 beberapa waktu lalu.

Pagelaran Wayang Kulit Betawi dengan dalang Ki Sukarlana Nemit Putera ini mengambil cerita kemunculan seorang Satrio Piningit yang di harapkan dapat mengatasi berbagai masalah yang terjadi di sebuah Negara.

Pagelaran Wayang Kulit yang juga di hadiri oleh sekda Pemprov DKI Saefullah Mpd dan banyak kalangan dari Betawi ini memang memiliki perbedaan dari pertunjukan wayang kulit biasanya, selain menggunakan bahasa dan logat Betawi yang khas, pertunjukan ini juga di iringi semaraknya music gambang kromong

ASTRABI sebagai salah satu wadah bagi para budayawan dan perguruan silat betawi ini memang memiliki misi untuk menyelamatkan dan melestarikan budaya-budaya betawi khususnya pertunjukan tradisional seperti Silat Tradisi dan juga Wayang Kulit Betawi.

Saat ini ASTRABI memiliki anggota lebih dari 50 perguruan silat yang tersebar di Jabodetabek. Mengusung visi dan misi “Menjadikan Silat Tradisi Betawi menjadi tuan rumah di kampungnya sendiri” ini bercita-cita mengantarkan silat tradisi untuk Go Internasional.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *