Avast Laporkan Adanya Peningkatan Serangan Cyber Pada Perangkat Mobile

famiele.com, Jakarta – Riset terbaru dari Avast sebagai pemimpin global dalam produk keamanan digital mengungkap adanya peningkatan serangan yang menargetkan perangkat smartphone dan tablet yang berbasis Android untuk setiap tahunnya dimana pada Q2 2017 hampir mencapai 40 persen.

Untuk mengidentifikasi ancaman terbaru, Avast telah meng-update aplikasi mobile Avast Mobile Security & Antivirus dan AVG Antivirus dimana sekarang telah menggabungkan masing-masing teknologi pendeteksi anancaman terbaik di dalam satu engine yang andal.

Aplikasi Avast kini memungkinkan pengguna untu kmelindungi foto dan data pribadi dengan lapisan keamanan tambahan serta meningkatkan daya baterai agar perangkat mobile dapatlebih lama digunakan. Sedangkan AVG Antivirus menyediakan perlindungan canggih untuk pengguna smartphone dari pencurian data atau pelanggaran privasi dari aplikasi dan panggilanb erbahaya.

Pengguna AVG pun dapat merasakan performa smartphone yang maksimal dengan adanya fitur pembersih baru. “Serangan cyber security mobile berkembang denganmsangat pesat karena teknik hacker yang lebih gencar dan berbahaya sehingga yang menjadi taruhannya adalah data pribadi dan privasip engguna.”ungkap Gagan Singh, SVP & GM of Mobile and IoT Avast.

“Kami terus memperbaharui solusi keamanan mobile untuk mengatasi ancaman baru dengan memanfaatkan teknologi AI dan machine learning yang andal yang dikombinasikan dengan jaringan pendeteksi anancaman terbesar di dunia untuk menjaga pengguna agar tetap aman ketika online. Penggunam enaruh data penting mereka di smartphone sehingga kami juga fokus terhadap fitur penting yang melindungi privasi pengguna, mengamankan perangkat dan data dengan cara yang mudah”.

Penemuan Pentingdari Avast
Riset Avast mengungkap adanya peningkatan 40% untuk serangan cyber pada perangkat mobile, dari rata-rata 1,2 juta serangan per bulan menjadi 1,7 juta serangan per bulan. Peneliti melacak sekitar 788 varian virus per bulan dimana naik 22,2% dari Q2 2016.

Terdapat juga penemuan penting yang menunjukan tiga ancaman mobile teratas yang didesain untuk memata-matai dan mencuri informasi pribadi(disebut juga sebagai Rooters) da nmelakukan spam kepada penggun ameskipun ketika tidak menggunakan aplikasi (disebut juga sebagai Downloaders/Droppers dan Fake Apps).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *