Bukalapak Ajak Generasi Muda Kreatif Membangun Bangsa

famiele.com, Jakarta – Dalam rangka menyambut hari Sumpah Pemuda, Bukalapak menyelenggarakan BukaTalks yang mengangkat tema “Ayo Pemudi Pemuda, Bangun Bangsa!”. Acara ini diselenggarakan di SCTV Studio, SCTV Tower – Senayan City, Jakarta Pusat serta dimeriahkan oleh Adi Panuntun, Gita Gutawa, Pandji Pragiwaksono, Barasuara, serta penampilan istimewa dari Bapak Ridwan Kamil, Walikota Bandung.

Melalui acara BukaTalks, Bukalapak mengundang para pelopor perubahan Indonesia di era modern untuk menginspirasi generasi muda penerus bangsa agar dapat memaknai dan memanfaatkan secara positif untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi diri demi mendorong kemajuan bangsa Indonesia.

“Bukalapak akan terus berupaya menjadi inspirasi bagi para generasi muda untuk terus berkarya membangun bangsa. Untuk itu, kami secara konsisten menghadirkan sosok yang Inspiratif, kreatif, dan inovatif dalam setiap acara BukaTalks yang kami selenggarakan. Harapannya, generasi muda dapat menghabiskan energi nya di bidang yang positif serta bermakna demi kemajuan bangsa Indonesia,” ujar Achmad Zaky, Founder dan CEO Bukalapak.

Pada kesempatan ini, Ridwan Kamil, turut serta mengajak para pemuda Indonesia untuk bangun dan bergerak demi Indonesia yang lebih baik. “Saya percaya, pemuda Indonesia adalah pelopor perubahan bangsa. Anak zaman sekarang kreatif semua, ada saja idenya, dan berani untuk bergerak dan mampu membawa perubahan.

Jadi kreatif itu tidak akan berarti apa-apa jika tidak membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Dan kreativitas untuk arah yang lebih baik harus terus dilakukan. Maka, ayo jika kita bersepakat, kompak, kreatif, bikin gerakan dan sesuatu yang positif dan macam-macam itu. Mari buat bangga Indonesia, karena yang dibutuhkan adalah pemuda pencari solusi bukan pemuda pemaki-maki!”

Adi Panuntun, “pemikir desain” di balik proyek video mapping yang memenangkan penghargaan internasional di Berlin, Moscow, dan Jepang, berbagi pandangannya mengapa konsep design thinking sangat penting dalam menghasilkan inovasi demi memajukan Indonesia.

Design thinking adalah proses menciptakan ide-ide baru dan inovatif yang dapat memecahkan masalah. Hal ini tidak terbatas pada industri atau bidang keahlian tertentu. Kami selalu mengedepankan pendekatan ini dalam cakupan lebih luas yaitu ilmu/metodologi yang dapat memastikan bahwa setiap orang dapat membuat gagasan inovatif melalui metode dan proses kreatifnya.

“Di Sembilan Matahari, desain berlangsung baik secara intuitif maupun dipelajari dan dilatih terus menerus. Penting bagi generasi penerus Indonesia untuk menerapkan hal ini, agar bersama-sama kita bisa jadi pemuda yang solutif dan berkontribusi untuk negeri,” ujar Adi Panuntun.

Sedangkan Gita Gutawa, sebagai penyanyi sopran, aktris, dan penulis lagu yang meluncurkan album bertema nasionalisme dengan judul Gita Puja Indonesia di tahun ini juga turut memeriahkan acara BukaTalks kali ini. Gita pula turut memaparkan mengenai apa yang dapat dilakukan generasi muda saat ini untuk memajukan industri musik serta Indonesia secara keseluruhan melalui kebebasan bermusik.

“Saya berharap generasi muda Indonesia untuk dapat berkarya sebebas-bebasnya dalam musik, karena dalam musik, tidak ada yang benar atau salah. Jadi jangan takut untuk terus berkarya dan menciptakan sesuatu yang mencerminkan  diri sendiri,” ujar Gita Gitawa.

Di sisi lain, Pandji Pragiwaksono, yang dikenal sebagai aktor, penyiar radio, presenter televisi, penulis buku, penyanyi rap, dan pelawak tunggal Indonesia yang pertama kali melakukan tur keliling dunia akan berbagi kisah mengenai makna semangat Sumpah Pemuda lewat karya pemuda Indonesia.

“Hal terbaik yang dapat kita lakukan untuk memajukan Indonesia adalah berkarya. Karena Indonesia bisa dibangkitkan karya demi karya. Maka berkaryalah!” ujar Pandji Pragiwaksono.

Pembicara BukaTalks yang terakhir adalah Barasuara, band yang terbilang cukup baru dan berhasil memenangkan salah satu penghargaan di AMI Award 2016 sebagai Pemenang Karya Produksi Alternatif Terbaik berusaha membawa pencerahan segar bagi insan penikmat musik Indonesia dengan ajakan yang sederhana. Barasuara mengangkat bahasa Indonesia dalam setiap lirik lagunya meskipun asupan budaya barat untuk generasi milenial saat ini cukup kuat karena bahasa Indonesia adalah medium yang paling tepat untuk menerjemahkan isi pikiran mereka.

Iga Massardi dari Barasuara turut menambahkan “Sejauh apapun tujuan kita dalam karya, jangan sampai kita kehilangan akar kita. Jangan lupakan asal kita.”

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *