Bumi Semakin Terancam Hantaman Asteroid

famiele.com – Bumi yang semakin tua kini semakin terancam kehancuran akibat seringnya ancaman yang datang dari benturan asteroid.  Hal tersebut diungkap sebuah studi yang dilakukan University of Southampton. Menurut hasil studi tersebut ancaman tabrakan itu semakin meningkat tiga kali lipat selama 290 juta tahun terakhir.

Alasan meningkatnya ancaman tabrakan  diperkirakan terkait dengan tabrakan yang pernah terjadi lebih dari 290 juta tahun yang lalu  di sabuk asteroid utama antara Mars dan Jupiter

Menurut William Bottke, Penulis Studi yang juga Direktur Studi Ruang Angkasa di Southwest Research Intitute, kehancuran akibat tabrakan tersebut bisa menyebabkan kehancuran yang sangat besar, namun demikian Bottke bersyukur bahwa kemungkinan terjadinya tabrakan tersebut sangat kecil

“tetapi tetap saja harus waspada, itulah sebabnya sangat penting untuk dapat menemukan benda-benda langit yang berpotensi menghantam bumi,”ujarnya seperti dikutip  express.co.uk beberapa waktu lalu

Penilitian yang baru-baru itu muncul setelah sebuah asteroid yang dijuluki NASA Asteroid 2019 BW1 mendekati bumi dengan jarak terdekat dengan kecepatan yang cukup kencang melewati Bumi. Ukuran Asteroid tersebut cukup besar yang bisa menyebabkan kerusakan cukup parah bagi Bumi.

Sekedar perbandingan, meteor Chelyabinsk 2013 yang berukuran lebih kecil dari Asteroid 2019 BW1 pernah menghatam sabuk pengaman Bumi dan meledak di udara Oblast Chelyabinsk Rusia enam tahun lalu memiliki keukatan 30 kali dari bom nuklir Hiroshima. Akibat ledakan tersebut ribuan orang terluka serta ribuan bangunan rusak

Pejabat Pertahanan Planet NASA, Lindley Johnson menilai, Insident Chelyabinsk memang menarik perhatian luas terhadap apa yang perlu dilakukan untuk mendeteksi asteroid yang mendekati Bumi, tetapi menurutnya Asteroid 2019 BW1 tidak diprediksi untuk mendekati Bumi, tetapi hanya dijuluki sebagai “Objek Dekat Bumi” (NEO) yang memiliki lintasa orbit yang membuatnya sangat dekat dengan Bumi.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *