Cara Tepat Lindungi Anak di Era Digital

Beberapa isu penculikan, kekerasan, dan kecelakaan pada anak yang kerap meresahkan akhir-akhir ini, membuat para orangtua dan masyarakat semakin khawatir dengan keamanan dan perlindungan anaknya. Sehingga seringkali para orang tua bersikap overprotective terhadap anak.

Di sisi lain, sikap overprotective tersebut juga memberikan dampak negatif bagi perkembangan anak dan keluarga, seperti kecemasan dan ketakutan berlebihan untuk eksplorasi hal-hal baru, hingga perubahan pola interaksi keluarga.

Sebagai kepedulian terhadap masalah-masalah tersebut, Tiga Generasi, sebuah organisasi yang bertujuan untuk memberikan edukasi psikologi serta kesehatan seputar masalah anak dan keluarga, hari ini mengadakan kegiatan workshop bertema “How to Protect Your Child without being Overprotective” guna memberikan solusi perlindungan optimal dari orang tua kepada anak dan keluarga, tanpa perlu bersikap overprotective.

“Visi kami adalah menjadi rekan dan pusat informasi yang berhubungan dengan perkembangan anak serta keluarga di seluruh Indonesia. Hal tersebut kami lakukan untuk mencapai tujuan membangun keluarga Indonesia yang sehat dan kuat, melalui pembekalan informasi-informasi mengenai tumbuh kembang keluarga yang optimal”, ungkap Noella “Ui” Birowo selaku Founder Tiga Generasi.

Diskusi yang juga dihadiri oleh Anna Surti, S.Psi, M.Si., psi. (Psikolog) dan Eddi Brokoli (seleb) yang juga memiliki kepedulian untuk melindungi keluarga, memberikan banyak informasi interaktif menarik dalam pola pengasuhan anak di era digital.

“Banyaknya berita tentang kecelakaan, penculikan, bullying, ataupun kekerasan terhadap anak, banyak sekali orangtua yang berusaha menjaga anaknya agar aman. Namun seringkali orang tua berlebihan dalam menjaga anak, mengakibatkan berbagai efek negatif seperti anak yang tak percaya diri dan terlalu tergantung pada orang lain. Namun sebenarnya banyak cara menjaga anak dengan tetap memberikan kebebasan,” demikian yang dijelaskan Anna Surti , S.Psi, M.Si., psi selaku psikolog anak.

“Sebagai jawaban akan kebutuhan para orang tua dalam menyikapi isu yang meresahkan diatas, PT Devond Teknologi Indonesia berinovasi menghadirkan Bibpip Watch dengan fitur-fitur unggulannya sebagai the kids tracker watch pertama di Indonesia yang memberikan solusi bagi kenyamanan orangtua untuk memproteksi anaknya, dengan cara yang mudah,” ungkap Cicilia Anne – Operational Manager Devond Technology.

Sedangkan Telkomsel yang merupakan penyedia layanan telekomunikasi di Bipbip Watch juga mengembangkan inovasi di bidang otomotif yaitu T-Drive. Produk yang sangat sesuai dengan kebutuhan orang tua agar bisa memantau dan memastikan cara mengemudi supir yang mengantar buah hatinya ke sekolah secara aman.

“Sesuai dengan tagline kami yaitu, Intelligent Driving Asistant melalui teknologi yang kami kembangkan dalam T-Drive, para orang tua akan merasa aman dan nyaman, dalam mempercayakan putra-putrinya saat mereka tidak sempat menemani atau mengantar mereka bepergian ke satu tempat,” tutup Alfian Manullang – GM M2M Product Telkomsel.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *