Chief Company Luncurkan Buku Peradaban Rambut Nusantara

famiele.com, Jakarta – Peradaban pangkas rambut di Indonesia yang sudah turun temurun sejak abad ke 7 Masehi didokumentasikan oleh kakak beradik Oky Andries dan Fatsi Anzani ketika menjelajah nusantara dari Aceh hingga Papua sejauh 8.000 kilometer, untuk mengumpulkan bukti sejarah tradisi potong rambut di tanah air.

Kedua pelaku industri barber ini bertemu langsung dengan para juru cukur tertua yang masih tersisa di berbagai pelosok Indonesia dan merangkumnya dalam buku “Peradaban Rambut Nusantara” dan sebuah film dokumenter “On A Mission Discovering The Origin” yang diluncurkan di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Buku setebal 259 halaman itu dibuka dengan sebuah prolog tentang sejarah singkat penataan rambut di berbagai belahan dunia. Tidak hanya itu, Oky dan Fatsi juga berbagi ilmu tentang brand Chief Company yang mereka bangun selama 5 tahun terakhir dan telah membuahkan sejumlah penghargaan seperti Jakarta Best Barbershop  2015 dan Best Hair Pomade 2016 dari Majalah Men’s Health USA.

Director Chief Company, Fatsi Anzani mengklaim buku ini sebagai buku pertama dan satu – satunya yang mencatat sejarah cukur rambut di Indonesia. Menurutnya perjalanan Tim mencatat ada 4 etnis yang menjadi pelopor seni cukur rambut secara turun temurun di Indonesia. Mereka adalah suku Minang, Garut, Madura dan Tionghoa.

“Di buku ini kami mengungkap kunci keberhasilan mereka yang bertahan lintas generasi, berdampingan dengan barber muda yang mencoba bertahan di tengah kuatnya persaingan antar barber modern saat ini”, papar Fatsi. Bersandingnya dua generasi dalam satu buku ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda  pelaku bisnis barbershop.

Marketing Director Chief Company, Oky Andries meyakini bisnis barbershop mampu bertahan ratusan tahun bila terus menjaga nilai – nilai budayanya. Buku ini merupakan langkah kecil Chief Company dalam memetakan perjalanan masa depan industri barbershop yang kami geluti saat ini.

“Kami berharap buku ini bisa menggambarkan kepada seluruh pelaku industri barber bukan hanya dari sisi bisnis tetapi nilai budaya dan tradisi pangkas rambut di Indonesia”, tutur Oky.

Selain meluncurkan buku, Chief Company juga memutar film dokumenter yang mendokumentasikan perjalanan mereka mencari cerita asal mula tradisi pangkas rambut di Indonesia melewati Pulau Sumatra, Jawa dan Bali.

Turut hadir dalam acara peluncuran buku, Koh Edi dari Barbershop Shin Hua  yang sudah berdiri selama 107 tahun di Surabaya, dan juga sesepuh PPRG (Persaudaraan Pangkas Rambut Garut) Ali Rahman beserta Wakil Ketua Umumnya Agus Supian.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *