Danone Cetuskan Gerakan Pangan Aman Bersama BPOM

Pemenuhan gizi seimbang pada anak – anak di Indonesia melalui ketersediaan dan pola konsumsi makanan serta minuman yang bergizi, aman, dan beragam masih menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, sebanyak 37% anak Indonesia mengalami stunting atau bertubuh terlalu pendek.

Bahkan, Indonesia masuk ke dalam daftar 17 negara dengan tiga masalah gizi serius, yaitu stunting, wasting (terlalu kurus), dan obesitas (terlalu gemuk). Oleh sebab itu diperlukan perhatian terhadap pola konsumsi anak, khususnya anak usia sekolah yang masih berada di masa pertumbuhan.

Hingga tahun 2014, intervensi yang menyasar komunitas sekolah telah dilakukan di 23.510 SD/MI yang tersebar di 31 Propinsi. Berdasarkan capaian jumlah SD/MI intervensi ini diperkirakan bahwa ANPJAS telah menjangkau sekitar 3,9 juta siswa, 7,8 juta orang tua siswa, 236.000 guru, 236.000 pedagang PJAS di sekitar sekolah dan 71.000 pengelola kantin (Laporan Aksi Nasional PJAS 2014).

“Anak sekolah perlu diingatkan untuk selalu berpegang pada 5 kunci keamanan pangan. Dan harus ada komitmen baik dari orang tua, guru maupun pedagang sekolah untuk menerapkan 5 kunci keamanan pangan anak sekolah. Kerja sama dan komitmen dari semua pihak akan berdampak pada tingkat kesehatan anak,” ujar Drs Halim Nababan, MM selaku Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan BPOM saat ditemui di acara Gerakan Pangan Aman bersama Danone.

Pedoman 5 Kunci Keamanan Pangan untuk Anak Sekolah yang digagas oleh BPOM merupakan himbauan untuk anak agar ; 1.) kenali pangan yang aman, 2) beli pangan yang aman, 3) baca label dengan seksama, 4) jaga kebersihan, dan 5) catat apa yang ditemui.

Kali ini Danone Indonesia melalui Gerakan Pangan Aman bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) turut berkontribusi dalam melalukan penyuluhan mengenai keamanan pangan dan nilai gizi pangan di Sekolah Dasar di Jakarta.

Gerakan Pangan Aman bersama dengan BPOM, melibatkan para karyawan Danone untuk melakukan penyuluhan langsung tentang 5 kunci keamanan pangan terhadap seluruh siswa SDN 01 Karet Kuningan

“Melalui kegiatan Gerakan Pangan Aman, selain untuk memperingati Hari Pangan Sedunia, juga menjadi bukti dari komitmen Danone dalam mewujudkan misi bagi generasi mendatang yang sehat. Relawan Danone siap untuk memberikan penyuluhan kepada para siswa Sekolah Dasar tentang gizi dan hidrasi berpedoman pada 5 Kunci Keamanan Pangan untuk Anak Sekolah,” jelas Arif Mujahidin selaku Communications Director Danone Indonesia.

Lebih lanjut, Drs. Halim Nababan MM menegaskan “Dengan ketersediaan jajanan aman yang masih minim, maka pendidikan gizi melalui Gerakan Pangan Aman bersama Danone dapat berkontribusi kepada pemahaman dan perubahan perilaku anak, orang tua, guru serta masyakarat di lingkungan sekolah.”

Keterlibatan para Relawan Danone yang telah memperoleh pelatihan oleh BPOM dan dinyatakan layak menjadi fasilitator sebagai Duta Keamanan Pangan tidak hanya sebatas edukasi class to class, namun membantu BPOM dalam melakukan penyuluhan terhadap kantin, serta aktivitas fisik seru dan sehat bersama para siswa. Pemahaman dalam hal teori juga diiringi dengan pengetahuan pada praktik pengolahan makanan dengan adanya demo masak dan makan siang sehat bersama Chef Muto.

Berbagai kegiatan edukatif dari Gerakan Pangan Aman tersebut berhasil memicu antusias dan semangat dari pihak SDN 01 Karet Kuningan. Ibu Hj.Wadhari selaku Kepala Sekolah mengaku bahwa kunjungan dari Danone Indonesia dan BPOM dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kesadaran dan pemenuhan gizi siswanya. “Kunjungan dari Danone dan BPOM melalui Gerakan Pangan Sehat kami harap dapat membantu siswa agar lebih berprestasi melalui pola konsumsi makanan yang sehat dan aman.”

Status gizi yang optimal bagi anak usia sekolah memang memiliki pengaruh yang besar terhadap tumbuh kembang anak baik untuk kesehatan, kecerdasan otak, maupun perilaku, hingga produktivitas dan tingkat kesejahteraan hidup mereka (Worldbank, 2015). Untuk itu asupan makanan dan minuman anak perlu menjadi fokus utama bagi para orang tua dalam menunjang aktivitas anak sehari – hari terutama di sekolah.

“Melalui pemahaman dan pola konsumsi makanan dan minuman yang tepat bagi para siswa, orang tua, guru, dan lingkungan sekolah, kami harap masyarakat dapat menjadi lebih sehat demi bangsa yang berkualitas. Danone akan terus berkontribusi terhadap bangsa melalui keahlian dan komitmen kami,“ tutup Arif.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *