Gigi Bersih dan Sehat dengan Siwak yang Praktis

famiele.com – Sejak jaman dahulu siwak menjadi salah satu yang lazim digunakan untuk membersihkan gigi agar menjadi sehat dan kuat. Namun belakangan cara sikat gigi dengan menggunakan siwak sudah jarang di lakukan oleh masyarakat.

Siwak termasuk chewing stick yang telah digunakan sejak 3.500 tahun lalu. Ada 182 jenis tanaman yang dulu biasa digunakan sebagai chewing stick. “Hanya siwak yang sampai saat ini masih digunakan karena menjadi bagian dari agama tertentu (Islam). Rasulullah meminta umatnya membersihkan gigi, dan Rasul mencontohkan dengan menggunakan siwak,” tutur DR. Siti Sadiah, Msi, Apt, Dosen Divisi Fisiologi, Dept. Anatomi Fisiologi dan Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan IPB, dan Peneliti Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB.

Siwak berasal dari ranting tanaman Salvadora persica, yang banyak digunakan di daerah Timur Tengah hingga sekarang. Cara menggunakannya, batang siwak sepanjang +20 cm digigit-gigit salah satu ujungnya, hingga terurai seperti sikat. Begitulah cara siwak membersihkan gigi secara mekanik.

Tak hanya membersihkan gigi secara mekanik, siwak juga mengandung berbagai zat aktif yang bermanfaat bagi gigi. Antara lain fluoride, vitamin C, antimikroba (benzyl isotiosianat), sulfur yang bisa mencegah radang gusi, dan tanin. “Tanin inilah yang menimbulkan kesat pada gigi, rasa kesat sebagai salah satu tanda gigi sudah bersih,” ujar DR. Diah.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa siwak memiliki manfaat, bahkan di mesin pencarian google ditemukan sekitar 8.000 penelitian terkait dengan manfaat siwak, “Tidak heran, siwak telah disetujui oleh WHO sebagai  agen oral hygene,” lanjut DR. Diah.

drg. Bambang Nursasongko, Sp.KG(K) dari FKG UI menjelaskan, sejak dulu gigi berlubang (karies) telah menjadi salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut, namun demikian resiko terkena karies pada masyarakat dulu dan sekarang berbeda, “Pola makan pada masyarakat modern menambah resiko gigi berlubang, hal ini bisa terlihat dari tingginya angka kejadian karies di perkotaan di banding di desa,” ujar drg. Bambang

 “Masyarakat modern seperti di perkotaan, banyak mengkonsumsi makanan olahan, juga minuman manis dan berkarbonasi. Sehingga banyak karbohidrat yang difermentasi oleh bakteri, sementara masyarakat desa masih banyak mengonsumsi serat, yang membantu membersihkan gigi dari kotoran, walaupun kini, angka karies di pedesaan pun mulai meningkat, terpengaruh pola makan kota yang mulai menjalar ke desa,” terang drg. Bambang

Dari sekian banyaknya manfaat siwak, sayangnya masyarakat modern kini tidak lagi melakukannya. Ketidakpraktisan serta kesulitan memperoleh siwak menjadi alasannya. “Kini, Sasha Halal Toothpaste menghadirkan pasta gigi halal pertama dengan siwak asli, yang mampu membersihkan gigi secara maksimal dan sekaligus membunuh bakteri penyebab gigi berlubang serta nafas tak segar,” jelas Danti, Brand Manager Sasha Halal Toothpaste PT Kino Indonesia, Tbk.

Danti juga menjelaskan bahwa Sasha Halal Toothpaste menggunakan siwak yang digunakan siwak asli yang diserpihkan, bukan diekstrak seperti pada produk lainnya. “Sasha Halal Toothpaste mengandung bahan alami yang juga dianjurkan Syaria, tidak mengandung alkohol dan bahan lainnya yang berasal dari hewan. Sehingga Sasha halal dalam bahan maupun proses pembuatannya” ujarnya.

Sasha Halal Toothpaste, terang dia, hadir dalam dua varian yaitu pertama, Sasha Toothpaste Herbal Antibacterial dan Sasha Toothpaste Whitening. Sasha Toothpaste Herbal Antibacterial mengandung serpihan siwak asli dan ekstrak daun sirih yang dapat membunuh bakteri penyebab plak dan bau mulut sehingga nafas segar tahan lama. Dan Sasha Toothpaste Whitening dengan serpihan siwak asli, lemon dan garam yang dapat memberikan perlindungan ganda dengan membuat gigi tampak putih.

Boleh dibilang, Sasha memenuhi kebutuhan tersembunyi konsumen. “Sasha memenuhi kebutuhan fungsional, emosional, dan spiritual,” tutup Danti. Penambahan siwak dalam pasta gigi tidak hanya berfungsi sebagai agen pembersih, tapi juga memenuhi kebutuhan emosional dan spiritual bagi masyarakat muslim, yang ingin menjalankan sunah Rasul membersihkan gigi dengan siwak.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *