HOOQ Pilih 10 Finalis HOOQ Filmmakers Guild 2018

famiele.com, Jakarta – HOOQ – layanan Video on Demand terbesar di Asia Tenggara dan India, hari ini mengumumkan 10 judul naskah yang telah terpilih untuk dikembangkan menjadi episode perdana dalam HOOQ Filmmakers Guild tahun kedua. Dari 10 naskah tersebut akan dipilih 5 naskah terbaik untuk diproduksi menjadi episode perdana.

Episode perdana dari para finalis HOOQ Filmmakers Guild tahun pertama telah memenangkan berbagai penghargaan, diantaranya Grand Prize for Best Television Pilot pada ajang tahunan Rhode Island International Film Festival (RIIFF) ke-22, Best Comedy Programme untuk Indonesia dan Best Actress in a Leading Role untuk Singapura pada acara Asian Academy Creative Awards pertama.

Melanjutkan kesuksesan tahun lalu dalam mencari sineas muda berbakat di Asia dengan ide cemerlang dalam membuat naskah serial, HOOQ mengajak para sineas untuk mengirimkan naskah ide serial TV dan naskah yang terpilih akan menerima pendanaan produksi episode perdana masing-masing sebesar USD 30.000 dan akan ditayangkan di HOOQ. Episode perdana terbaik, yang dipilih oleh pelanggan HOOQ dan jajaran juri terkenal di industri film Asia, akan diproduksi secara keseluruhan dan ditayangkan di HOOQ.

Jennifer Batty, Chief Content Officer HOOQ, mengatakan, “Kami dengan senang hati mengumumkan 10 naskah terbaik yang selanjutnya akan dikembangkan menjadi episode perdana! Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap industri film lokal, HOOQ Filmmakers Guild dibuat dengan tujuan untuk mengembangkan bakat sineas di Asia dengan memberikan mereka kesempatan untuk menunjukkan karya mereka melalui pembinaan dan bimbingan dari para juri HOOQ Filmmakers Guild. Kami sangat terkesan dengan naskah-naskah yang kami terima dan kami yakin pelanggan HOOQ akan menikmati 5 episode perdana terbaik. Tunggu serial lengkapnya yang akan tayang secara langsung di awal tahun depan!”

10 naskah sudah terpilih dari sekian banyak naskah yang dikirim selama dua bulan periode pengiriman dari seluruh Asia Tenggara. Ke-10 nasakah tersebut adalah Shunya (India), Klenix (Indonesia), The Headscarf (Indonesia), The Loser Minister (Indonesia), Babi! (Malaysia), Per Kilo (Philipines) , Queen of Crowns (Singapura), She’s a terrorist and I love Her (Singapura), Lucky Girl (Thailand) dan Split Second (Thailand)

Banjong Pisanthanakun, juri asal Thailand, yang dikenal karyanya yang sukses menjadi box office yaitu Shutter mengatakan, “Keragaman dan kualitas naskah yang kami terima jauh melebihi harapan saya. Dengan berbagai genre dan alur cerita, dari drama, horor, komedi, hingga fiksi ilmiah, kami telah melihat talenta yang luar biasa di Asia melalui kompetisi ini!”

“Ini merupakan tahun kedua saya menjadi juri dan saya terus dibuat kagum dengan standar naskah yang tinggi dan saya senang mengetahui ada banyak talenta berbakat di industri perfilman ini! Selamat kepada peserta yang terpilih!” ujar juri asal Indonesia Mouly Surya, sutradara yang meraih banyak pujian dan pemenang penghargaan untuk film Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak.

Juri asal Filipina Agot Isdiro, aktris peraih penghargaan menambahkan, “Naskah – naskah yang kami terima tidak hanya luar biasa, tapi juga orisinal dan memiliki cita rasa dan unsur budaya Asia yang khas. Kreativitas dari peserta tahun ini sangat mengesankan dan saya sangat menantikan untuk melihat episode perdananya!”

Penilaian berdasar pada relevansi dan daya tarik terhadap penonton di Asia, kreativitas dalam alur cerita dan yang paling penting, cerita mengenai Asia yang teruraikan dengan baik juga sudut pandang yang orisinal.

Rekan juri asal Filipina Manet Dayrit, aktris senior peraih penghargaan di industri film Filipina, terkesan dengan naskah yang masuk, “Kami telah memilih 10 naskah terbaik yang mewakili semangat perfilman Asia dan kami tidak sabar untuk memperlihatkan kepada para penonton hasil dari produksi dari episode perdana.”

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *