IYFDC 2018 Masuki Tahap Penjurian Ketiga

famiele.com, Jakarta – Indonesia Young Fashion Designer Competition (IYFDC) 2018 sebagai wadah dalam ajang pencarian bakat para designer muda berbakat Indonesia saat ini telah memasuki tahap penjurian ketiga untuk memilih finalis dari 21 semi finalis yang datang dari berbagai sekolah mode di Indonesia.

IYDFC yang merupakan bagian dari Indonesia Fashion Week (IFW) sebuah ajang tahunan APPMI yang memberikan ciri dan kepribadian nasional melalui tren fashion Indonesia, kini mengangkat perancang mode muda Indonesia bersama dengan Tokopedia – official e-commerce partner IFW 2018 yang akan digelar pada 28 Maret – 1 April 2018 di Jakarta Convention Center

Poppy Dharsono, Presiden Indonesia Fashion Week 2018 menungkapkan bahwa selama ini Ia selalu menemukan mutiara-mutiara berbakat melalui ajang IYFDC. Menurutnya para perancang muda memiliki kreatifitas dan semangat yang luar biasa untuk mengembangkan bisnis fashion di pasar local.

Namun demikian Poppy juga mengakui bahwa tantangan para desainer muda ini saat ini bukan hanya mengahsilkan karya tetapi juga harus memahami trend an perilaku konsumen dalam platform digital yang saat ini terus tumbuh.

Saat Industri fashion Indonesia sangat beruntung memiliki Tokopedia yang berani mengambil langkah nyata untuk mendukung para generasi muda ini.  Kompetensi Tokopedia dalam industri ini tidak diragukan lagi, “kami siap berkolaborasi untuk membuat industri fashion kita terus terangkat dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri bahkan mendunia,” ujar Poppy Dharsono

Sejak pertama diselenggarakan pada tahun 2014, IYFDC telah berhasil mencetak para desainer fashion muda yang karya-karyanya diterima dengan baik oleh pecinta fashion Indonesia.   Sejumlah desainer muda terpilih dari seluruh penjuru Indonesia akan berkompetisi menunjukkan kreasi terbaik dalam ajang IYFDC

Pada penjurian tahap ketiga ini, penilaian dilakukan oleh tujuh orang dewan juri, yaitu Ibu Monita Moerdani (Head of Brand Tokopedia), Ibu Herlina Widjaja (Galeries Lafayette), Ibu Gladys Tumewa (Lasalle College), Ibu Kioen Moe (Metro TV), Ibu K Nina Adelia (Trinaya Media), Bp. Misan Kopaka (Designer) dan Bp. Harry Ibrahim (Designer)

Mereka bertugas menilai apakah koleksi-koleksi yang diperlombakan sudah sesuai dengan kriteria penjurian yaitu bertemakan Cultural Identity, kekayaan lokal, inovasi rancangan, daya pakai dan daya jual. Menilai kualitas dan kerapihan jahitan dan diutamakan yang mampu menjahit sendiri serta memberikan arahan kepada para finalis agar tampil maksimal pada saat Grand Final tanggal 31 Maret 2018 nanti.

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *