Jangan Biarkan Kamu Terabaikan Karena Bau Badan

Bau badan mungkin menjadi hal biasa dalam keseharian kita, tapi tahukah kamu bahwa bau badan ternyata memiliki dampak yang luar biasa terhadap kehidupan bahkan masa depan kamu, tak percaya? Coba deh simak ulasannya berikut ini.

Banyak orang yang memilih untuk menghindar dan enggan mengingatkan orang lain yang memiliki masalah dengan bau badan, karena menghindar merupakan salah satu cara yang bisa di ambil agar tak menyinggung perasaan atau merusak hubungan sosialdengan orang yang bersangkutan.

Sebuah survey yang dilakukan oleh Rexona menunjukkan bahwa 9 dari 10 orang memilih untuk diam atau tidak akan memberitahu bahwa seseorang memiliki bau badan. Artinya bau badan adalah suatu masalah yang harus kita cegah agar tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi orang lain dan mengganggu kehidupan bersosialisasi.

Memperkuat fakta-fakta di atas, Diko Handono, Senior Brand Manager Rexona menuturkan bahwa masalah bau badan tentunya menyebabkan ketidaknyamanan saat melakukan aktivitas, dan juga mempengaruhi kepercayaan diri sesorang saat harus berinteraksi dengan orang lain.

abai2“Namun, penting pula untuk menyadari bahwa bau badan bukanlah sebatas masalah personal. Apabila tidak ditangani dengan seksama, maka masalah ini juga berpotensi mengganggu kenyamanan orang-orang di sekitar kita,” jelas Diko

Nah, bisa dibayangkan jika kita memiliki masalah yang satu ini dan tak segera di atasi, bukan saja membuat kita tidak percaya diri tapi juga dapat ‘mengancam’ keberadaan kita saat melakukan aktifitas dilingkungan, di sekolah bahkan di kantor tempat kita magang atau bekerja.

Jika semua orang termasuk rekan kerja, bahkan atasan mengabaikan dan menjauhi karena masalah bau badan, apakah kita bisa nyaman saat magang atau bekerja, yang pasti semangat untuk bekerja pasti menurun, nah semangat yang menurun inilah yang bisa membuat prestasi di kantor bakal ikut menurun.

Jika sudah demikian keadaaannya, rasanya akan sulit untuk memiliki karir yang bagus di tempat magang atau bekerja. begitupun saat di sekolah, mungkin saja prestasi cemerlang yang di miliki oleh seseorang menjadi terabaikan lantaran orang tersebut memiliki problem bau badan.

Masih tak percaya? Coba simak penuturan Olivia Jensen, seorang aktris yang memiliki aktivitas yang padat dan gemar bersosialisasi.

Olivia Jansen termasuk orang yang memiliki indera penciuman yang cukup sensitif, sehingga biasanya ia dapat langsung mengetahui saat seseorang yang berada di sekitarnya memiliki masalah bau badan. Baginya, aroma tubuh seseorang merupakan bagian dari first impression Olivia terhadap orang tersebut, dan first impression counts!

“Masalah bau badan tentunya sangat mengganggu, dan biasanya saya langsung memiliki persepsi tertentu mengenai orang tersebut. Seberapa rapi atau menyenangkannya seseorang, kalau ia punya masalah bau badan, pasti image-nya di mata saya akan menjadi kurang baik. Tapi, mengingat etika dan kebiasaan kita sebagai orang Indonesia, saya selalu berpikir dua kali untuk mengingatkan orang tersebut,” kisah Olivia saat acara peluncuran Rexona Antibacterial Defense beberapa waktu lalu

Penuturan Oliva mungkin saja berlaku juga bagi kebanyakan orang, bahwa problem bau badan dapat merusak image seseorang tak perduli orang itu pintar, menyenangkan, berpenampilan rapi, memiliki prestasi atau apapun kelebihannya, yang jelas bau badan bisa membuat kita terabaikan.

Lantas, apa sih yang menyebabkan seseorang memiliki bau badan, dr. Vinia Ardiani Permata, SpKK. sebagai seorang spesialis kulit dan kelamin menjelaskan, bahwa pada dasarnya, jutaan bakteri tidak berbahaya berdiam di permukaan tubuh kita dan membantu pertahanan alami kulit.

Bakteri-bakteri ini bertahan hidup dan berkembang biak di lingkungan yang lembab dan kaya nutrisi, termasuk daerah berkeringat di ketiak kita. Saat keringat bercampur dengan bakteri-bakteri penyebab bau badan, maka bakteri ini akan menguraikan keringat kita dan memprosesnya dalam sistem metabolisme mereka sehingga menghasilkan produk sampingan berupa keringat berbau, dan akhirnya menyebabkan bau badan.

“Namun, masalah ini dapat kita antisipasi dengan selalu menjaga kebersihan dan higienitas tubuh. Maka setiap orang harus melengkapi diri dengan perlindungan yang optimal terhadap bakteri penyebab bau badan setiap hari, misalnya melalui penggunaan deodoran yang mengandung antiperspirant dan bahan anti-bakteri,” terang dr. Vinia yang turut hadir di acara peluncuran Rexona Antibacterial Defense

Bahan aktif Antirespirant dapat membantu mengurangi keringat berlebih diarea-area tertentu terutama di area ketiak, sementara anti bakteri mampu membunuh bakteri penyebab bau badan ditambah lagi aroma wewangian yang menyegarkan dapat membantu penggunanya untuk terus aktif tanpa takut mengeluarkan aroma tak sedap dari tubuhnya.

Rexona Antibacterial Defense kini hadir ditengah-tengah kita dengan kandungan bahan aktif anti bakteri, varian ini juga dilengkapi dengan teknologi Motionsense yang telah dipatenkan. Teknologi ini berupa formula wewangian berbentuk mikro kapsul yang akan pecah saat penggunanya melakukan gerakan.

“Jadi, semakin kita aktif begerak, maka lebih banyak micro capsule akan pecah dan memancarkan aroma dan kesegaran. Akhirnya, dengan menggunakan Rexona Antibacterial Defense, selain mencegah timbulnya bau badan, kita juga dapat terus merasa segar dan kering sepanjang hari sehingga kita dapat melakukan berbagai aktivitas dan bersosialisasi dengan bebas dan penuh percaya diri,” tutup Diko.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *