Jangan Lengah, Virus HIV Masih Mengintaimu

famiele.com – 31 tahun lalu tepatnya pada tahun 1987 Virus HIV penyebab AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) masuk ke Indonesia dan  membuat masyarakat Indonesia gempar dan merasa sangat khawatir dengan penyebaran dan penularannya yang begitu mudah dan cepat.

Kekhawatiran masyarakat di tanggapi beragam oleh berbagai kalangan dengan menggelar seminar, penelitian, kampanye dan penyuluhan ke berbagai kalangan masyarakat termasuk kepada remaja yang sangat rentan tertular HIV, mengingat kala itu penularan HIV banyak terjadi akibat penggunaan NAPZA melalui jarum suntik yang di pakai secara bergantian.

Kegemparan yang terjadi kala itu sangat begitu terasa, masyarakat seringkali mendengar korban HIV yang terus berjatuhan, rasa ketakutan akan tertularnya virus mematikan tersebut sedemikian besar hingga mereka berusaha memproteksi diri dengan beragam cara.

Namun sayangnya, saat ini gaung kekhawatiran tersebut sedikit demi sedikit mulai berkurang, terutama di kalangan dewasa muda yang mulai lengah dan terlena dengan gaya hidup modern, seperti prilaku seks bebas yang yang tidak aman. Padahal prilaku ini rentan terhadap penularan Virus HIV, hingga korban terus berjatuhan

Hal ini terbukti melalui data Kemenkes RI yang menyebutkan bahwa kejadian kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan hingga Juni 2018 telah menjangkiti sebanyak 301.959 orang, dimana 76,2 persennya atau 3 di antara 4 orang yang terkena HIV di Indonesia disebabkan karena hubungan seksual yang tidak terproteksi.

Tidak bisa di pungkiri bahwa seks merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan, bahkan konon bisa mengurangi tingkat stress pada sebagian orang. Tetapi juga harus di ingat  bahwa aktivitas menyenangkan ini bisa mengacam kesehatan bahkan jiwa jika di lakukan di sembarang tempat, dengan berganti-ganti pasangan atau tanpa pengaman.

Wawancara sederhana yang sempat dilakukan famiele.com dikalangan pekerja muda menunjukan bahwa seks bukan hanya menjadi kepuasaan tetapi bahkan menjadi sebuah kebanggaan saat seseorang dapat menaklukan lawan jenis yang menjadi idola di lingkungan kerja mereka, kompetisi bahkan tak jarang mereka lakukan untuk mendapatkan ‘piala bergilir’

“Awalnya sih penasaran dengan teman kerja yang menjadi idola, kalau bisa menaklukan dia pasti terlihat keren dimata kawan-kawan yang lain,” ujar salah seorang karyawan yang tak ingin disebut namanya. Ditanya soal resiko terular HIV, Ia bahkan mengabaikan resiko tersebut, “Ga mungkinlah, masa orang yang terlihat seksi, ceria dan sehat begitu terkena HIV,” ujarnya singkat

Dari percakapan tersebut terbukti bahwa masyarakat masih mengandalkan tanda-tanda fisik pada seseorang yang tertular HIV, padahal dalam kenyataannya penularan virus HIV tak selalu di tandai dengan ciri-ciri fisik yang signifikan, sampai orang tersebut telah menderita AIDS

Tirsa Verani Sp.OG dari Rumah Sakit Brawijaya Antasari saat acara kampanye #UbahHidupLo di Car Free Day Sudirman beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa ada beberapa tahap yang bisa dilakukan untuk melindungi diri dari penularan virus HIV.

Menurutnya langkah pertama yang paling penting adalah menghindari melakukan hubunguan seks sebelum menikah, lakukan hubungan seksual hanya dengan satu pasangan jika memang terpaksa gunakan kondom saat melakukan hubungan seksual berisiko, terutama dengan orang-orang yang tak di kenal sebelumnya.

Penggunaan kondom kini tak lagi menjadi sebuah alasan hubungan seks tak lagi ‘terasa’, banyak jenis dan variasi kondom yang bisa menjadi pilihan yang sesuai dengan selera agar tetap ‘terasa’ dan lebih aman dari penularan virus mematikan HIV penyebab AIDS. Jadi mualai sekarang….#UbahHidupLo

 

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *