Kakao Si Pahit yang Sangat di Gemari Masyarakat

famiele.com. Jakarta – Masyarakat lebih mengenalnya dengan nama coklat, padahal coklat yang di konsumsi masyarakat saat ini di olah dari biji kakao yang sesungguhnya memiliki rasa pahit. Walau memiliki rasa pahit, sejak berabad-abad lalu cacao yang di olah sebagai menuman menjadi hidangan istimewa bagi para kaum bangsawan dan raja-raja.

Seiring berjalannya waktu si biji kakao yang pahit ini di olah menadi bahan makanan dengan berbagai rasa yang lezat dan termasuk dalam bentuk coklat padat, permen dan lain-lain. Olahan coklat ini bahkan sangat di gemari di belahan dunia manapun termasuk di Indonesia. Pada moment-moment tertentu coklat menjadi bingkisan istimewa dan penuh makna.

Namun demikian diakui Sachin Prasad, President Director Mondelez Indonesia, konsumsi cokelat di Indonesia masih tergolong rendah yaitu sekitar 0.5 kg per orang per tahun. Untuk meningkatkan konsumsi, Mondelez Indonesia berupaya membuat cokelat menjadi lebih terjangkau dan menarik untuk masyarakat, salah satunya dengan menciptakan inovasi dan momen-momen keceriaan baru untuk memakan cokelat.

“Semakin berkembangnya kelas menengah muda yang terbuka untuk mencoba pengalaman-pengalaman baru saat ngemil, membuat peluang industri ini semakin terbuka lebar. Mondelez terus berkomitmen untuk mengembangkan kategori cokelat di Indonesia dengan menghadirkan produk cokelat berkualitas tinggi dengan citarasa cokelat asli yang lembut untuk memuaskan konsumen, melalui produk seperti Cadbury Dairy Milk,” jelas Sachin.

Saat ini, perjalanan cokelat di Indonesia tak lepas dari beragam tantangan. Andi Sitti Asmayanti, Cocoa Life Director for Southeast Asia, Mondelez International menjelaskan bahwa meskipun Indonesia merupakan negara penghasil kakao terbesar ketiga di dunia, pertanian kakao masih menghadapi berbagai tantangan, diantaranya karena pertanian kakao yang masih dilakukan secara tradisional, sehingga produktivitasnya pun rendah, sehingga ketertarikan petani untuk membudidayakan kakao pun rendah.

Yanti menegaskan bahwa sebagai salah satu pengguna kakao terbesar di dunia, Mondelez International mengambil bagian untuk memberikan solusi dalam menjaga keberlanjutan kakao melalui program Cocoa Life. “Cocoa Life adalah perjalanan jangka panjang Mondelez International untuk menciptakan rantai pasokan kakao yang kuat serta meningkatkan kesejahteraan para petani kakao dan komunitasnya,” ujar Yanti.

Lebih lanjut, Yanti memaparkan bahwa kakao mengalami perjalanan panjang sebelum menjadi camilan cokelat yang siap dikonsumsi. Proses fermentasi setelah memanen kakao justru paling penting dalam menentukan kualitas dan rasa cokelat. Setelah dijemur sampai kering dan dipanggang, biji kakao kemudian digilas sampai menjadi cocoa liquor.

Cocoa liquor tersebut kemudian diproses menjadi cocoa butter yang lebih padat. Untuk menjadi camilan cokelat yang siap dikonsumsi, cocoa liquor kemudian dicampur dan dipanaskan dengan cocoa butter, gula dan susu selama beberapa jam untuk kemudian didinginkan dan dibentuk sesuai produk yang diinginkan

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *