Kebahagiaan Anak Tak Sebatas Ekspresi

famiele.com – Hasil studi yang dilakukan Nestle beberapa waktu lalu menunukan bahwa anak merasa bahagia saat bermain bersama orangtuanya, bahkan jauh lebih bahagia dari ketika mereka bermain bersama adik atau kakanya. Nestle juga menemukan bagaimana para orang tua masih menemukan tantangan untuk menciptakan waktu yang berkualitas bersama.

Studi yang di lakukan Neslte juga mengungkapkan bahwa saat menilai karakteristik kebahagiaan anak kebanyakan orang tua tidak memperhatikan ciri-ciri fisik. Misalnya saja saat anak menunjukan ekspresi ceria dan aktif bergerak. Sementara menurut Myers & Diener (1995), kebahagiaan anak bukanlah kegembiraan sesaat saja, namun lebih kepada rasa nyaman, aman dan diterima dengan baik di lingkungannya.

Psikolog Elizabeth Santosa, M.Psi, SFP, ACC menjelskan bahwa Kebahagiaan masa kanak-kanak memiliki pengaruh positif terhadap tumbuh kembang kognitif (proses beajar), nilai diri (self-esteem), social skill serta karakter anak saat dewasa.

“demikian pula dengan tumbuh kembang dari aspek social-emosioanl, anak yang bahagia sejak kecil memiliki peluang lebih besar untuk menjadi individu yang memiliki emosi positif dan memiliki kualitas hidup yang lebih tinggi di masa dewasa kelak. Kebahagiaan masa kanak-kanak telah di akui sebagai sumber faktor paling berpengaruh terhadap kebahagiaan saat dewasa jika di bandingkan dengan sumber kebahagiaan lain seperti keberhasilan akademik, jabatan pekerjaan ataupun kekayaan,” ungkap Elizabeth.

Selain kebahagiaan , asupan gizi seimbang juga sangat di perlukan anak-anak, karena asupan nutrisi yang seimbang sangat mempengaruhi tumbuh kembang dan bahkan kebahagiaan anak-anak. Banyak hasil penelitian menunjukan bahwa resiko masalah gizi pada anak Indonesia masih tinggi.

Dr. Saptawati Bardososo, MSc, Ahli Gizi Medik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengungkapkan bahwa anak-anak yang mengkonsumsi makanan dengan gizi yang lengkap dan seimbang akan memiliki saluran penernaan yang sehat, sehingga dapat menyerap nutrisi dengan baik.

“Pada akhirnya anak akan memiliki selera makan dan pola tidur yang baik yang dapat menunjang untuk tumbuh dan berkembang secara lebih bahagia dan optimal,” tutur DR. Dr. Saptawati

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *