L’Oréal Indonesia Apresiasi Empat Ilmuwan Perempuan di ajang L’Oréal-UNESCO For Women In Science

Sebagai perusahaan yang berakar pada sains, L’Oréal terus berkomitmen dalam memajukan sains di seluruh dunia termasuk Indonesia. Bekerjasama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk
UNESCO (KNIU Kemdikbud), L’Oréal Indonesia kembali menganugerahkan penghargaan National Fellowship Awards For Women in Science 2016 kepada empat orang ilmuwan perempuan hebat dari bidang Life Sciences, Material Sciences, Engineering and Mathematics.

Dalam acara tersebut juga dilakukan penandatangan nota kesepahaman antara L’Oréal-UNESCO For Women In Science dengan Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI) untuk mendukung kegiatan di bidang penelitian, pendidikan dan pengabdian masyarakat. Acara penganugerahan ini dibuka
oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendi, Drs., M. Ap. dan turut dihadiri Prof. Dr. Arief Rachman, Ketua Harian KNIU Kemdikbud; Prof. Jamaluddin Jompa,
Kepala Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI); serta Umesh Phadke, Presiden Direktur, L’Oréal Indonesia.

Dalam kata sambutannya, Prof. Dr. Muhadjir Effendi, Drs., M. Ap., Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI menyampaikan: “Bangsa yang maju adalah bangsa yang meletakkan pendidikan terutama sains sebagai dasar percepatan pembangunan. Dengan meningkatkan jumlah ilmuwan maka kita juga dapat membantu menurunkan jumlah tantangan dan masalah yang dihadapi Indonesia bukan saja sekarang tetapi juga di masa depan. Seringkali profesi sebagai akademisi, peneliti ataupun ilmuwan itu dianggap sulit. Sudah menjadi tugas kita para pendidik untuk membantu membuat sains ini menjadi menarik dan dijadikan pilihan profesi sejak dini. Apalagi di era digital seperti sekarang ini, semua informasi bergerak dengan cepat, persaingan profesi juga semakin banyak.”

Selama 13 tahun, L’Oréal bersama KNIU Indonesia telah mengejar mimpi yang sama untuk terus berjuang dalam mendukung ilmuwan perempuan di Indonesia. Prof. Dr. Arief Rachman, Ketua Harian KNIU Kemdikbud menyatakan: ”Data UNESCO menunjukkan kesenjangan gender dalam dunia sains masih cukup tinggi. Faktanya, di Indonesia jumlah ilmuwan perempuan baru mencapai 30%. Masih ada persepsi yang mengindikasikan bahwa sains bukanlah dunia yang ramah untuk kaum perempuan. Sudah cukup lama ilmuwan perempuan kurang diperhatikan dan menjadi kurang
dipertimbangkan di dunia sains sehingga masih sedikit yang dikenal oleh masyarakat. Ini adalah tugas kita bersama untuk memberikan akses pendidikan kepada perempuan guna mendapatkan lebih banyak ilmuwan perempuan di Indonesia.”

Secara global, L’Oréal Fondation mencanangkan kampanye #ChangeTheNumbers untuk mengubah angka jumlah ilmuwan perempuan di Indonesia. Kampanye ini bertujuan mengubah persepsi publik terhadap perempuan di bidang sains dan menarik lebih banyak perempuan untuk memilih karir di bidang sains. L’Oréal -UNESCO FWIS adalah salah satu bukti nyata adanya upaya mengangkat profil ilmuwan perempuan akan kontribusi mereka terhadap kemajuan sains dan perkembangan masyarakat.

Umesh Phadke, Presiden Direktur L’Oréal Indonesia menyampaikan: “Sesuai dengan yang disampaikan oleh CEO & Chairman L’Oréal , Mr. Jean-Paul Agon bahwa perempuan dalam sains seperti obor, tidak hanya cukup dinyalakan namun juga perlu untuk diteruskan supaya apinya tidak padam dan kami berkomitmen penuh untuk menjaga api itu tetap menyala. Pada hari ini, kami kembali mengumumkan empat orang perempuan hebat yang dengan semangat berapi-api ingin memberikan solusi bagi permasalahan yang ada di dunia. Hingga tahun 2016, L’Oréal Indonesia telah memberikan penghargaan kepada 45 ilmuwan perempuan, dimana 5 di antaranya telah diakui secara internasional.”

L’Oréal-UNESCO FWIS 2016 memberikan penghargaan bagi ilmuwan perempuan yang memiliki semangat untuk membangun Indonesia di bidang ekonomi, kesehatan dan lingkungan. Keempat
perempuan luar biasa ini akan mendapatkan dana sebesar Rp 80 juta untuk digunakan dalam melakukan penelitian mereka. mereka adalah Dr. nat. tech. Andriati Ningrum, STP, M.Agr, Dr. Azzania Fibriani, M.Si., M.Sc (Kategori Life Sciences) dan Fitri Khoerunnisa, Ph.D, Dr. Yenny Meliana (Kategori Material Sciences, Engineering and Mathematics)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *