Mau Ujian? Jangan Stress, Kan Ada Quipper Video!

Ujian akhir semester sampai saat ini masih menjadi momok yang menakutkan bagi para pelajar di Indonesia, apalagi bagi pelajar kelas XII atau 3 SMU/SMK sederajat yang bersiap menghadapi ujian kelulusan (UN). Tak jarang banyak siswa yang tertekan dan khawatir yang akhirnya berujung pada keadaan stress.

Stress yang terjadi pada para pelajar ini memang sangat beralasan, karena tekanan dan tuntutan dari orang tua mereka untuk mendapatkan nilai tinggi agar dapat lulus dari ujian dan bahkan lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), belum lagi pengawasan ekstra ketat yang di berikan orang tua agar putra-putrinya lebih rajin belajar di rumah dan juga memberikan les tambahan di sekolah maupun di luar sekolah seperti bimbel.

Menurut Roslina Verauli, Psikolog sekaligus pemerhati masalah pendidikan, perlakuan orang tua terhadap anak-anak mereka yang tengah bersiap mengahdapi ujian akhir semester atau ujian nasional (ujian kelulusan) dengan memberikan berbagai kegiatan pelajaran tambahan memang sah-sah saja, karena hal tersebit dimaksudkan untuk memberikan bekal yang memadai agar bisa menjawab berbagai soal ujian kelak.

Namun demikian Roslina mengingatkan agar orang tua juga perlu memperhatikan kemampuan anak-anaknya, “yang jadi pertanyaan apakah setiap anak mampu menjalankan semua persiapan tersebut, serta apakah orangtua memahami benar apa yang dirasakan oleh setiap putra atau putrinya,” Tanya Roslina

Lebih jauh Roslina menjelaskan bahwa setiap anak dalam hal ini murid kelas 12 memiliki banyak kegiatan lain yang sesuai dengan minat dan bakatnya, belum lagi merekapun tetap harus tetap dapat menikmati dan menjalankan kegiatan social lainnya sebagai seorang remaja, “jika peraturan dibuat terlalu ketat, walaupun dengan tujuan yang positif, dikhawatirkan mereka akan semakin tertekan,” jelas Roslina.

Menurut Roslina langkah terbaik bagi orangtua adalah membicarakannya secara terbuka bersama putra-putrinya agar mendapatkan kesepakatan dan jalan terbaik demi mencapai target yang ditentukan. “orangtua harus benar-benar paham bagaimana karakter anak dalam belajar, metode belajar seperti apa yang cocok bagi mereka, nah hal itulah yang perlu dibicarakan secara bersama-sama,” ujar Roslina

Saat ini banyak metode belajar yang ditawarkan oleh bimbel, namun apakah setiap orang tua mampu menyiapkan dana untuk hal tersebut, lalu apakah putra-putri mereka siap untuk menyiapkan jadwal tambahan di luar aktifitas sehari-hari.

Namun itu semua bisa di siasati dengan adanya Quipper Video, yang bisa di akses kapan saja dimana saja, sendirian atau bersama dengan teman-teman. Quipper Video adalah bimbingan belajar berbasis online yang dapat di akses melalui http://video.quipper.com.

Tri Nuraini, Marketing Manager Quipper, Ltd menjelaskan bahwa metode bimbingan belajar yang di tawarkan Quipper Video diyakini dapat memberikan solusi bagi para murid kelas 12 serta para orang tua dalam mempersiapakan diri menjelang UN dan SBMPTN.

“Platform online yang kami gunakan akan memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi setiap murid untuk mempelajari materi pelajaran dimanapun dan kapanpun, dengan demikian yang bersangkutan bisa mengatur jadwal belajar dan berkegiatan dengan lebih leluasa, selain itu dapat menghemat energy dan waktu, karena tidak perlu pergi ke suatu tempat untuk belajar,” terang Tri.

Quipper Video menyediakan lebih dari 4000 soal latihan yang terus di tambah secara berkala dari sepuluh mata pelajaran yang mencakup bahasa Indonesia, matematika, IPA dan IPS dengan total lebih dari 220 jam video serta 1000 topik.

Materi disampaikan oleh para pemberi materi berpengalaman di bidang pelajaran masing-masing, serta memiliki kemampuan untuk menyampaikan materi pelajaran melalui video secara interaktif dan menarik, sehingga setiap murid akan merasakan kehadiran para pemberi materi seperti layaknya seorang pengajar dalam kelas.

“Menurut saya, ini hal yang menarik. Melalui flatform online, murid-murid yang sudah berlangganan Quipper Video bisa belajar dalam pengawasan orang tua mereka saat mereka mengakses pelajaran di rumah. Orang tua bisa mengetahui kapan si anak harus menyimak pelajaran, serta mengingatkan saat putra-putri mereka sedang sibuk dengan kegiatan lain,” tambah Roslina.

Menutup perbincangan, Tri berharap Quipper Video bisa menjadi solusi pilihan dari setiap murid kelas 12 serta para orangtua, serta tentunya bisa diterima dengan baik oleh orangtua murid dan pemerhati masalah pendidikan di Indonesia, “kami merencanakan akan segera menyajikan materi pelajaran tidak saja untuk murid 12, tetapi untuk semua murid dari setiap tingkatan,” tutup Tri

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *