Mengatisipasi Fase Rawan pada Remaja

Semua orangtua pasti setuju jika dikatatakan bahwa remaja selalu memberikan setumpuk permasalahan bagi mereka, hal ini banyak disebabkan oleh karakteristik remaja yang cenderung egois dan labil. Bahkan beberapa peneliti mengungkapkan, bahwa usia remaja adalah fase paling berbahaya

Hasil riset yang digagas University College London (UCL) menyebutkan, terutama remaja usia 14 tahun dalam fase paling berbahaya ketika individu menginjak usia remaja.

Riset itu mengungkapkan diusia 14 tahun, sebagian remaja mulai gemar mengkonsumsi minuman keras, obat-obatan terlarang, berprilaku seks tak sehat, dan emosi yang tidak terkontrol. Kecenderung macam itu dinilai peneliti lantaran kondisi remaja saat itu cenderung senang mengambil resiko.

Mereka begitu senang mengabaikan pro dan kontra atas tindakan yang mereka lakukan, dan yang terpenting buat mereka adalah mengambil kesempatan untuk memperoleh kesenangan berlebih ketimbang mereka bermain hal-hal yang aman. Tanpa memikirkan dampak kedepannya.

Semua hal itu berkontribusi terhadap pembentukan sebuah paradoks dari kesehatan remaja, dimana puncak dari paradoks itu adalah tingginya angka kematian dan minimnya tingkat kesehatan remaja. Itulah mengapa, remaja lebih memilih mengambil resiko dimana harusnya terdapat intervensi penting oleh layanan kesehatan dan keluarga.

Untuk mengantipasi semua itu, orang tua harus ekstra memperhatikan tumbuh kembang sang anak. Mulai dari pergaulaanya, aktifitasnya, serta memiliki trik mendidik anak remaja dengan cara yang berbeda. Seperti, memposisikan diri sebagai sahabatnya, teman curhat, tempat berbagi dan lain-lain.

Cara seperti ini, justru lebih efektif untuk mencegah remaja terjerumus dari bahaya mengkonsumsi alkohol, obat-obatan terlarang serta aktivitas yang merusak. Ketimbang, menjadi sosok diktator yang ditakuti oleh anak.

Dekati, lindungi anak remaja anda, dengarkan keluh kesahnya, apa hal yang paling diinginkannya. Agar mereka tidak mencari pelarian diluar sana. Seperti pergaulan bebas dan narkotika.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *