Nikmati Tradisi Kopi Sumatera Barat di Kedai Kopi Marco

famiele.com – PT. Artisan Kuliner Nusantara yang selama ini menaungi jaringan restoran casual dining yang memfokuskan diri pada kuliner daerah Sumatera khususnya masakan Padang Peranakan kini hadir dengan dengan membawa brand baru yaitu, Kedai Kopi Marco (KKM). KKM pertama ini berada di Mal Gandaria City, Mainstreet lantai UG unit MU-32 dan dibuka secara soft launch untuk umum pada akhir Juli 2017 lalu ini memiliki konsep yang sedikit berbeda dengan jaringan Marco yang ada sebelumnya.

Konsep yang mengetengahkan semi-self service yaitu pengunjung dapat memesan makanan dan minumannya langsung di kasir yang nantinya makanan akan diantar oleh pramusaji ke meja pengunjung.

“Hal ini kami ciptakan karena Kedai Kopi Marco memiliki konsep yang lebih cepat dan simple dari outlet kami yang sebelumnya ada – walaupun ada beberapa menu masih disiapkan secara ala minute, yaitu makanan yang di order baru akan kami masak”, jelas Eduardus Chandra, Chief Operating Officer PT. Artisan Kuliner Nusantara.

“Kami ingin, Kedai Kopi Marco dapat menjadi pilihan bagi pecinta kopi lokal di Jakarta, sehingga dapat memberikan variasi tempat kopi ketika ingin berkumpul dan menikmati tradisi kopi Padang,” tambah Eduardus Chandra.

Kedai Kopi Marco Gandaria City ini memiliki luas 139 m2 dengan kapasitas 64 tempat duduk. Adapun menu yang menjadi andalan adalah Iced Shaken Kopi / Susu dan Kopi Padang Panas / Susu, Martabak Kelapa, Nasi Dendeng Cah Pade serta dua buah penganan baru yaitu, Krim Bru Lim – yaitu Cream Brulee dengan menggunakan bahan tradisional yaitu Kelapa, Kopi dan Durian serta Lim Pau, steamed bun yang diisi dengan ayam panggang khas Marco dan Rendang Hitam Kayu Bakar.

Kedai Kopi Marco buka untuk umum setiap hari dari pukul 10.00 – 22.00 dan selama masa grand opening ini, KKM memberikan setiap konsumennya dessert baru, Krim Bru Lim.

“Harapan kami tentunya Kedai Kopi Marco bisa memberikan warna baru di mal Gandaria City – dan bisa membawa kopi lokal lebih diterima oleh konsumennya dan tentunya membawa tradisi ini menjadi lebih dapat diterima masyarakat,” tutup Eduardus Chandra.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *