Nur Saudah Al Arifa D; Jangan Takut untuk Bermimpi

famiele.com – Lahir dan besar di Kertek, Wonosobo, Nur bertekad kuat untuk mengejar cita-citanya. Di tengah keterbatasan, ia menjadi satu-satunya orang di keluarga besarnya yang berhasil meneruskan pendidikan sampai jenjang perkuliahan.

Berbekal keyakinan bahwa pendidikan akan memberikan perbaikan hidup di diri, keluarga dan sekitar, ia berhasil menyingkirkan ketakutannya untuk bermimpi besar dan melanjutkan kuliah di salah satu Universitas terbaik di Indonesia yaitu Universitas Gadjah Mada melalui program beasiswa dengan mengambil jurusan Teknik Pertanian di Fakultas Teknologi Pertanian.

Saat belajar di Teknologi Pertanian, ia sangat gemar mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa di Bidang Kewirausahaan Berbasis Pangan dan Bidang Pengabdian Masyarakat dengan mengolah sumber daya lokal agar mempunyai nilai tambah.

Ia turut aktif dan berprestasi di organisasi, salah satunya terlihat saat ia menjabat menjadi Menteri Sosial dan Kemasyarakatan BEM KM UGM,  dan menerima Beasiswa aktivis Nusantara (Bakti Nusa) bersama aktivis terbaik lainnya di UGM.

Nur pun meraih penghargaan mahasiswa berprestasi jurusan Teknik Pertanian FTP UGM di 2011, dan beragam penghargaan lainnya. Selain itu, Nur juga aktif dalam organisasi kemasyarakatan dan bidang pemberdayaan masyarakat.

Nur yakin bahwa ilmu yang didapat akan memberikan manfaat yang berlipat jika diteruskan ke orang banyak. Mengajar atau mendidik adalah transmisi inspirasi dan pengetahuan, dan “menginspirasi” adalah tugas seorang pemimpin.

Oleh karenanya, Nur bertekad untuk menyebarkan edukasi dan ilmu yang ia miliki kepada masyarakat hingga di pelosok-pelosok negeri. Ia yakin semakin banyak masyarakat yang berpendidikan, dapat memberikan kontribusi positif pada kemajuan bangsa. Inilah yang mendasari Nur untuk mendirikan ‘Gerakan Wonosobo Mengajar’ untuk memajukan pendidikan di daerah asalnya serta ‘Komunitas Gadjah Mada Mengajar’.

Upayanya dalam membantu pendidikan hingga pelosok-pelosok daerah membawa Nur memenangkan penghargaan Gadjah Mada Award kategori aktivis sosial terbaik atas kontribusi sosialnya untuk masyarakat.

Pada tahun 2015, gagasannya dalam dunia pangan dan pertanian Indonesia diwujudukan dalam buku “5 Pilar Kedaulatan Pangan Nusantara” yang diterbitkan UGM Press; dan buku “Daya Saing Pertanian Indonesia di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN”.

Setelah melanjutkan studi S2 di Magister Managemen Agribisnis melalui program beasiswa Calon Dosen BPPDN Dikti, Nur kini aktif sebagai dosen Agribisnis di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Kepala Pusat Studi Halal Development Center (HDC) dan Dewa Riset Daerah (DRD) Kabupaten Wonosobo.

Nur mempunyai cita-cita untuk mendirikan pesantren berbasis agribisnis, dan menjadi Menteri Sosial Republik Indonesia.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *