Pahami Kebutuhan Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan adalah salah satu aspek penting bagi tumbuh kembang anak, namun sayangnya banyak orang tua dan bahkan institusi pendidikan dan tenaga pendidik yang tak memahami bagaimana seharusnya menididk anak di usia dini.

Hal ini terungkap saat Mendikbud Anis Baswedan yang secara tak sengaja menemukan banyak alat pendidikan (buku) yang tak sesuai dengan kaidah-kaidah pendidikan di usia dini, Anis mengaku menemukan ada kartu baca untuk bayi delapan bulan dan buku seputar persiapan tes masuk Taman Kanak-kanak.

“Anak TK masuk dengan tes?” tanya Mendikbud di acara Seminar Nasional Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Lebih jauh, Mendikbud menjelaskan bahwa bahwa buku-buku semacam itu di khawatirkan akan membat para orang tua berlomba-lomba bahkan terkesan membabi buta dengan memberikan banyak materi pendidikan sebanyak mungkin di usia dini karena takut anaknya tak mampu bersaing dengan anak-anak lainnya, padahal pemberian materi pendidikan secara berlebihan justru akan mengganggu perkembangan sang anak.

“jangan sampai anak-anak kita di bekali dengan target pendidikan yang rumit, tugas kita adalah menyadarkan bahwa ini adalah masa mereka meneruskan karakter pembelajaran. Memberikan mereka kesempatan untuk bermain” ujar Anis

Ki Hajar Dewantara dalam sebuah buku yang di tulisnya mengatakan bahwa bermain adalah tuntutan jiwa anak untuk menuju kearah kemajuan hidup jasmani dan rohani. Jadi jelaslah bahwa bermain adalah dunianya anak-anak, itulah sebabnya kurikulum yang digunakan harus mengandung unsur permainan sehingga proses belajar semakin menyenangkan bagi semua anak usia dini

Ki Hajar Dewantara juga menyebutkan dasar-dasar gaya pendidikan kolonial yang saat ini masih sering diterpakan yaitu perintah dan hukuman. Menururut Mendikbud gaya semacam itu justru akan merusak bathin anak, merusak budi pekertinya, karena anak didik selalu berada di bawah paksaan dan hukuman yang seringkali tidak seimbang dengan kesalahan yang dilakukan.

Menididik anak seharusnya dengan ketertiban dan atat tentram yang mampu menjaga kelangsungan batin anak, namun demikian anak juga tidak boleh dibiarkan terlalu bebas. Hal yang perlu dialkukan adalah mengamati dan membimbing anak sehingga tumbuh sesuai kodratnya sendiri. “Sudahkah kita semua menyadari hal ini?”

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *