Saat Merlyn si ‘Trans Gender Cantik’ Bersyukur Lewat Buku

famiele.com – Masih ingat dengan Merlyn Sopjan seorang ‘gadis’ cantik yang pernah memenangkan contes Ratu Kecantikan Putri Waria Indonesia di tahun 2006 lalu, kini menjelma menjadi seorang yang kritis terhadap situasi sosial terutama soal perbedaan yang semakin hari semakin mengkhawatirkan.

Menurut Merlyn, Indonesia saat ini sedanga dalam keadaan darurat toleransi. Semakin mudah seseorang meng-judge, memojokan, mendiskriminasi hanya karena perbedaan pandangan maupun perspektif, bahkan hanya karena berbeda klub sepakbola, para suporter sampai hati melakukan tindakan brutal hingga memakan korban jiwa, “ini jelas kondisi yang menyedihkan, mengingat perbedaan adalah hal yang sangat manusiawi,” jelas Merlyn

Karena keprihatinan tersebut Merlyn akhirnya menuangkan kegalauan hatinya dalam sebuah buku bertajuk “Biografi Merlyn Sofjan, Pikiran, Sikap dan Hidupku”

Merlyn merupakan sosok yang memiliki kehidupan berbeda dari kebanyakan masyarakat Indonesia. ‘menjadi berbeda’ membuatnya harus berhadapan dengan segala perlakuan diskriminatif. Ia kenyang diremehkan, direndahkan bahkan dilecehkan. Namun, masa lalu yang keras dan penuh onak dan duri menjadikan Merlyn pribadi yang tangguh, kuat dan tak mudah menyerah.

Merlyn memang di kenal sebagai seorang yang lantang menegakan kesetaraan, namun ia mengaku sikapnya tersebut bukan karena ia kerap mengalami diskriminasi. keterlibatannya sebagai seorang aktivis  di berbagai LSM dan gerakan sosial didasari satu tujuan memperjuangkan Indonesia yang majemuk, tak hanya untuk komunitas tertentu tetapi juga untuk masyarakat umum

Berbekal jiwa kepemimpinan yang besar, Merlyn bergerak aktif di sejumlah kegiatan organisasi, diskusi politik, seminar tentang HAM dan kesetaraan gender dan sosialisasi kesehatan masyarakat. Totalitas memperjuangkan keadilan gender dan HAM membuahkan penghargaan yang membanggakan.

Pada tahun 2012, ia terpilih sebagai finalis Anugerah Saparinah Sadli sebagai aktivis yang memberi inspirasi kepada masyarakat dalam upaya menciptakan keadilan gender di Indonesia. Di tahun yang sama, Ia juga terpilih menjadi salah satu pembicara dalam sebuah kongres komunitas internasional di Swedia. Sebelum itu , Ia juga pernah mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari sebuah universitas di AMerika Serikat.

“Saya percaya penghargaan itu bonus semata, keberhasilan hidup sejati bagi saya yaitu ketika suara saya memperjuangkan HAM dan keadilan didengar oleh masyarakat, apalagi ketika suara saya itu bisa membebaskan seseorang dari belenggu diskriminasi,” ujar Merlyn

Melalui buku  “Biografi Merlyn Sofjan, Pikiran, Sikap dan Hidupku” yang di tulis oleh mantan jurnalis gaya hidup Rizka Azizah ini, Ia blak-blakan mengisahkan perjalanan hidupnya, perjuangan melawan ketidakadilan, buah pikiran hingga cinta sejati.

“Inilah saya, Merlyn Sopjan yang terlahir dengan nama Ario Pamungkas, nama pemberian orangtua. Nama ini akan terus saya banggakan meski kini tak lagi mewakili ekspresi gender saya, berbagi kisah dan pengalaman di buku ini menjadi cara saya mensyukuri hidup,” tegas Merlyn.

Merlyn berharap buku ini bisa menjadi medium berdialog, belajar, dan bertukar pikiran dalam upaya menciptakan toleransi dan sikap respek atas kebergaman di Indonesia yang majemuk ini.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *