Saatnya Milennials Terencana Sejak Muda!

famiele.com – Survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2017 menunjukkan adanya penurunan penggunaan kontrasepsi modern pada segmen usia muda (15 – 29 tahun) secara signifikan sebesar 4 persen. Hal ini juga berpengaruh kepada tingginya kehamilan remaja di Indonesia yang diperkirakan sampai dengan 500 ribu kehamilan remaja perempuan setiap tahunnya .

Rendahnya pengetahuan anak muda terhadap kesehatan reproduksi (KESPRO) dan kurangnya akses terhadap informasi yang akurat dan terpercaya tentang kontrasepsi disinyalir menjadi dua penyebab utama hal tersebut.

Berbicara tentang edukasi kesehatan reproduksi secara menyeluruh, Aditya A. Putra, Strategic Planning Manager DKT Indonesia menjelaskan bahwa saat ini DKT Indonesia memiliki dua sasaran edukasi utama, pasangan millennials yang lebih banyak diedukasi melalui media digital, juga edukasi yang menyasar pada siswa sekolah untuk meningkatkan pengetahuan mereka akan kesehatan reproduksi.

“Millennials merupakan generasi yang digital minded, memiliki pandangan yang lebih terbuka dan menyukai informasi yang kekinian serta menarik. Untuk menyasar pasangan millennials dalam hal perencanaan keluarga, kami giat melakukan berbagai aktivitas digital yang dikemas secara menarik dan meaningful” ujar Aditya mengungkapkan.

Saat ini, DKT Indonesia memiliki dua platform edukasi digital yaitu tundakehamilan.com sebagai sumber bagi millennial moms untuk mencari informasi tentang kontrasepsi secara akurat dan terpercaya; dan juga Moth3rs.com sebagai platform untuk mengedukasi pentingnya perencanaan secara general, mulai dari perencanaan finansial, pendidikan, dan lain sebagainya. melalui dua platform tersebut DKT Indonesia telah menjangkau lebih dari 24 juta wanita Indonesia dalam hal edukasi keluarga berencana.

“Pada sasaran remaja, kami juga melakukan penjangkauan ke sekolah dan universitas, yang telah dimulai sejak tahun 2017 lalu. Hingga sekarang, kami berhasil menjangkau lebih dari 22.000 mahasiswa/siswa di 11 universitas dan 125 SMA,” lanjut Aditya.

Ditemui dalam acara Hari Kontrasepsi Sedunia #TerencanaSejakMuda, drg. Widwiono, M.Kes selaku Plt. Direktur Kesehatan Reproduksi BKKBN mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama edukasi kontrasepsi bagi pasangan muda adalah masih adanya mitos yang rancu.

“Pemerintah melalui BKKBN bersama mitra seperti DKT Indonesia, terus berupaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga dengan metode kontrasepsi modern yang hasilnya tentu lebih efektif dan efisien. Selain itu, kami berharap agar pasangan yang akan menikah nantinya lebih aktif mencari tahu mengenai informasi yang akurat seputar kontrasepsi pada sumber yang terpercaya. Sehingga tidak mudah termakan mitos tentang kontrasepsi,” jelas drg. Widwiono

Ditemui dalam kegiatan yang sama, dr. Uf Bagazi, SpOG dari RS. Brawijaya Antasari menjelaskan mengenai manfaat kesehatan reproduksi bagi pasangan muda ketika menggunakan kontrasepsi untuk menunda dan menjarakkan kehamilan, di antaranya:

  • Terjaganya kesehatan reproduksi sehingga meminimalisir risiko penyakit yang berkaitan dengan organ reproduksi, seperti kanker payudara, kanker serviks dan lain sebagainya,
  • Mencegah terjadinya gangguan fisik dan psikologis akibat kehamilan yang tidak direncanakan,
  • Memiliki persiapan yang matang terkait dengan perencanaan kehamilan,
  • Dapat meningkatkan kualitas diri dan mewujudkan mimpinya.

Jadi, untuk para millennials, sudahkah kamu berencana?

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *