Snacking, Berperan Penting Bagi Tumbuh Kembang Anak

famiele.com – Berdasarkan data Riskesdas (2013), 28% anak Indonesia berusia 12 – 59 bulan  mengalami anemia di usia dini akibat kekurangan zat besi. Hal ini menunjukkan pentingnya pemenuhan gizi di awal kehidupan karena jika tidak ditangani dengan baik, dapat menganggu perkembangan kognitif serta memberikan dampak yang permanen

Selain Asi atau makanan pokok lainnya sebagai sumber utama pemenuhan gizi, balita juga memerlukan makanan tambahan berupa snack. Tidak hanya dari segi nutrisi, snacking pada anak juga bermanfaat untuk tumbuh kembang optimalnya.

Seperti yang dituturkan psikiater anak Dr. dr Tjhin Wiguna, spKJ(k), Snacking yang diterapkan pada anak usia mulai 10 bulan dapat mengasah kemampuan si Kecil untuk belajar makan sendiri (self-feeding).

Kegiatan self-feeding ini merupakan stimulus untuk perkembangan motorik halus anak. Dengan belajar meraih makanan dan memasukkannya kedalam mulut, diharapkan anak dapat menjadi lebih terampil dalam menggunakan tangannya untuk kegiatan positif lainnya seperti mewarnai atau menggambar.

“Bahkan, kegiatan snacking yang dilakukan dengan cara yang menyenangkan juga dapat menciptakan interaksi positif dan menumbuhkan rasa saling percaya antara anak dengan orang tua,” lanjut dr. Tjihn.

“Anak yang punya rasa saling percaya dengan orang tuanya cenderung lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan dan lebih percaya diri. Selain itu, snacking juga dapat menstimulasi perkembangan bahasa verbal dan non-verbal si Kecil,” tambahnya.

Namun demikian, memilih snack untuk kegiatan self-feeding balita memerlukan pertimbangan tersendiri. selain mempertimbangkan kandungan gizi, orang tua juga harus pandai mempertimbangkan hal lainnya, seperti bentuk, rasa, bahan dan keamanan snack bagi si kecil

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *