Stop Name Calling Sekarang Juga

Name Calling (nama panggilan/nama julukan) kini kian marak di kalangan remaja, padahal secara tidak sadar memanggil nama dengan julukan dapat membuat seseorang yang di panggil menjadi tersinggung sehingga name calling sering kali menjadi verbal bullying yang tidak disadari oleh pelakunya.

Verbal bullying dengan memanggil nama julukan merupakan sebuah bentuk lain dari praktek bullying (penindasan) yang dapat terjadi pada siapa saja, anak-anak, remaja dan orang dewasa

Menaruh keprihatinan tinggi terhadap hal pelecehan ini, Katyana Wardhana selaku Pendiri SudahDong menyebutkan, Dari data UNICEF terdapat 50% anak melaporkan mengalami bullying di sekolah. Hal ini seringkali mengakibatkan minat dan prestasi sekolah yang menurun, bolos sekolah, pindah atau bahkan drop-out dari sekolah.

“Kami yakin hal ini tidak bisa didiamkan dan perlu gerakan aktif dari masyarakat, termasuk juga anak muda untuk menjadi bagian sebuah perubahan ke arah yang lebih baik.” Ujar Katyana

Liza Marielly Djaprie, seorang psikolog menjelaskan bahwa Bullying dapat terjadi di mana saja, baik di sekolah, lingkungan sekitar bahkan rumah atau keluarga. Ada banyak penyebab dari hal ini baik itu dari diri pribadi pelaku seperti di antaranya rasa kesal atau permusuhan, rasa kurang percaya diri, dendam maupun akibat pengaruh negatif dari luar seperti media.

“Name calling sendiri makin marak terjadi saat ini di kalangan masyarakat Indonesia yang sangat aktif dalam dunia maya, bahkan sampai di kalangan anak-anak dan kurang adanya filter dimana sayangnya belum ada kesadaran yang kuat dari masyarakat untuk menanggulangi hal tersebut.” Jelas Liza

Tak kurang dari vokalis Giring Ganesha yang menaruh keprihatinan dalam hal bullying tertama mengenai pemanggilan nama julukan bagi orang lain, “Tentunya saya sendiri yang memiliki anak tidak berkenan jika nama yang merupakan doa kami bagi anak-anak kami menjadi bahan olokan pihak lain yang tidak bertanggung jawab.” Ujar Giring saat peluncuran kampanye “Rayakan Namamu” yang di gelar Coca-Cola beberapa waktu lalu

Giring juga menyoroti soal semakin pintar dan dekatnya anak-anak di jaman sekarang dengan dunia maya, menurut Giring orangtua harus semakin aktif dalam mengawasi prilaku anak-anak jangan sampai menjadi korban atau bahkan menjadi pelaku bullying, “Mari mulai memanggil nama orang lain dengan nama asli mereka,” ajak Giring

Senada dengan Giring, Penyanyi Tulus dan Tatjiana Saphira seorang artis dan model remaja juga mengajak untuk memanggil seseorang dengan nama asli mereka. “Sesuai dengan nama asli, saya yakin orang tua saya menaikkan doanya dan menaruh harapan agar kelak anaknya menjadi seorang yang berkepribadian dan berakhlak baik. Nama adalah harapan. Jangan sampai julukan, mematahkan harapan yang ada di dalam nama kita.” Jelas Tulus

“Mari kita sebagai generasi muda Indonesia turut serta dalam kampanye “Rayakan Namamu” yang positif ini dan menjadi bagian dari perubahan positif bagi masa depan yang lebih baik bagi diri sendiri, lingkungan dan keluargamu, bahkan Indonesia secara luas.” Tambah Tatjiana yang mengaku pernah menjadi korban verbal Bullying.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *