Taman Margasatwa Singapura Sambut Lebih dari 600 Bayi Hewan Langka

famiele.com. Singapura – Taman Burung Jurong, Taman Safari Malam (Night Safari Singapore), Taman Safari Sungai (River Safari) dan Kebun Binatang Singapura melaporkan lebih dari 600 kelahiran satwa dan penetasan pada tahun 2016, di antaranya satwa Asia Tenggara yang sangat terancam punah.

Dr Cheng Wen-Haur, Deputy CEO dan Chief Life Sciences Officer, Wildlife Reserves Singapore, mengatakan, Taman Margasatwa Singapura (TMS) memiliki misi untuk melindungi dan melestarikan keanekaragaman hayati di Singapura dan kawasan ini, dan dengan gembira melaporkan bahwa tim penjaga satwa TMS berhasil mengembang-biakkan beberapa satwa Asia Tenggara yang paling langka pada tahun 2016.

“Ini hanya salah satu di antara cara kami bekerja untuk membantu melindungi hewan-hewan ini dari kepunahan. Kami juga secara aktif mendukung upaya konservasi dan penelitian di habitat asli hewan tersebut.” ujar Dr Cheng

Pada tahun 2016 lalu TMS berhasil mengembang biakan hewan-hewan langka khas Asia Tenggara, di antaranya 9 kura-kura terrapin bergambar (painted terrapins) salah satu spesies kura-kura air tawar Asia Tenggara yang paling terancam, seekor bayi bekantan,  Neha si bayi gajah Asia, trenggiling Sunda, Dua ekor tapir Malaysia, tiga jalak hitam dan empat jalak Bali.

Selain Hewan Langka khas Asia, TAM berhasi mengembang biakan Hewan-hewan langka lainnya di antaranya adalah kelahiran bayi citah Deka, dan 3 bayi rubah fennec.

Dr Cheng mengatakan, “Setiap bayi hewan yang dilahirkan dan ditetaskan di taman kami adalah duta. Mereka masing-masing mewakili spesies yang hidup di alam liar, tapi secara bersama merupakan wujud perlunya konservasi lingkungan secara keseluruhan, bukan hanya setiap spesies individual.”

Di Taman Safari Sungai, kawanan manatee menyambut Joella, seekor bayi lembu laut (manatee) yang lahir pada bulan April. Keluarga berang-berang raksasa di taman ini juga terus bertumbuh dengan penambahan empat ekor di bulan Maret, sehingga jumlah total menjadi delapan.

Taman ini juga menyambut kelahiran monyet tamarin emperor, suatu spesies primata kecil, serta tiga ocellate river stingrays, yang keduanya memiliki habitat asli di Amazon Basin.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *