Terus #merawattoleransi bersama SabangMerauke

famiele.com, Jakarta – Indonesia dikaruniai oleh keanekaragaman suku, agama, dan budaya. Keanekaragaman ini menjadi kekayaan tersendiri, sekaligus menjadi tantangan tersendiri untuk menjaga suasana harmonis dan damai.

Program SabangMerauke (Seribu Anak Bangsa Merantau Untuk Kembali) adalah program pertukaran pelajar antar daerah di Indonesia yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan.

SabangMerauke akan mengajak anak-anak terpilih dari berbagai penjuru nusantara untuk merantau selama tiga minggu di Jakarta serta beraktivitas dengan kakak dan famili yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Diharapkan, para peserta dapat meresapi nilai toleransi, pendidikan, dan keindonesiaan sehingga mampu mengamalkannya dengan menjadi duta perdamaian sekembalinya ke daerah asal masing-masing.

Peserta program terdiri dari Adik SabangMerauke (ASM), Kakak SabangMerauke (KSM), dan Famili SabangMerauke (FSM). Kurikulum program disusun untuk memperkaya pandangan dan pengalaman para ASM, KSM, dan FSM terkait keberagaman yang ada di Indonesia. Tujuannya, tak lain adalah untuk menanamkan rasa toleransi pada sesama tanpa memandang latar belakang agama, budaya, kelas sosial, ataupun sekat-sekat perbedaan lainnya. SabangMerauke percaya, bahwa toleransi tidak bisa hanya diajarkan, toleransi harus dialami dan dirasakan.

Di tahun keenam ini, program SabangMerauke akan berlangsung pada 2 – 22 Juli 2018 mendatang. SabangMerauke mengundang publik untuk ambil bagian dalam program dengan menjadi ASM, KSM, dan FSM

Kriteria ASM ialah para siswa/i SMP kelas VII atau VIII yang berasal dari berbagai daerah Indonesia (di luar Jabodetabek). KSM ialah mahasiswa/i aktif minimal semester 2 yang tinggal di daerah Jabodetabek. Sementara FSM merupakan keluarga yang tinggal di daerah Jabodetabek yang akan berperan menjadi keluarga asuh dan bersedia menerima keberadaan Adik SabangMerauke selama program berlangsung.

Pendaftaran program dibuka selama 2 Februari – 31 Maret 2018.

Pendaftaran dapat dilakukan melalui link berikut:

  • Adik SabangMerauke dapat dilihat di bit.ly/daftarasm2018
  • Kakak SabangMerauke dapat dilihat di bit.ly/daftarksm2018
  • Famili SabangMerauke dapat dilihat di bit.ly/daftarfsm2018

Program yang dimulai tahun 2013 ini bertujuan untuk membuka cakrawala anak-anak Indonesia dalam memahami pentingnya toleransi antar suku ataupun antar agama bagi masa depan bangsa. ”Seringkali intoleransi muncul bukan karena rasa benci, tapi keengganan untuk saling mengenal lebih baik. Kami ingin mengajak anak-anak ini untuk mengenal keberagaman, merasakan sendiri rasanya hidup dengan yang berbeda dari dirinya. Sehingga harapannya, akan tumbuh rasa toleransi dan saling hormat menghormati. Apapun latar belakang agama dan sukunya,” jelas Managing Director SabangMerauke Reynold Hamdani.

Diharapkan, selepas kegiatan ini berakhir para ASM akan pulang ke daerah asalnya dan menjadi duta toleransi di Indonesia. Kegiatan ini juga diharapkan dapat berdampak besar terhadap KSM dan FSM dalam memaknai toleransi dan perbedaan.

“Ternyata penting sekali untuk memahami ajaran-ajaran agama yang berbeda dari ajaran agama yang kita yakini. Karena dengan memahami, kita bisa saling menghargai dan menghormati keberagaman, dengan begitu maka akan tercipta persatuan,” ungkap Ken Cinta An Rusdewo, ASM 2017 beragama Katolik, asal Solo. Hal ini Ken ungkapkan pasca kunjungannya ke Masjid Istiqlal selama mengikuti program SabangMerauke, yang merupakan pengalaman pertamanya mengunjungi masjid.

Hal serupa juga diungkapkan oleh salah satu Perumus SabangMerauke Ayu Kartika Dewi, ia berharap SabangMerauke mampu berkontribusi pada perdamaian bangsa, seperti yang dicita-citakan pada saat pendiriannya. ”SabangMerauke dibentuk atas upaya ikut serta membantu mewujudkan Indonesia yang lebih damai. Karena kami percaya, toleransi tidak bisa hanya diajarkan, toleransi harus dialami dan dirasakan,” ujar Ayu.

Selama tiga minggu kegiatan, ASM dan KSM bersemangat dalam mengikuti tiap sesi, hal itu terlihat dari antusiasme mereka, baik dengan teman-temannya, relawan, juga para narasumber. Selama lima tahun, jumlah pendaftar SabangMerauke secara keseluruhan mencapai 1.125 orang. Adik- adik yang mendaftar sebagai ASM berjumlah 853 orang, pendaftar KSM berjumlah 235 orang, dan pendaftar FSM sejumlah 37 keluarga.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *