Tim Badak Ajak Masyarakat Indonesia Lestarikan Badak

famiele.com, Jakarta – Hari Badak se-Dunia yang jatuh pada hari Mingggu lalu (24/09) menjadi sebuah pengingat bagi masyarakat dunia dan Indonesia akan pentingnya pelestarian badak, khususnya badak Sumatera yang sisanya saat ini tidak lebih dari 100 ekor di dunia.

Tim Badak adalah sebuah kelompok yang terdiri atas enam organisasi konservasi dengan dasar ilmu pengetahuan yang berkolaborasi untuk menyelamatkan Badak Sumatera. Keenam organisasi tersebut adalah The International Rhino Foundation (IRF), Yayasan Badak Indonesia (YABI), the World Wide Fund for Nature – Indonesia (WWF), the Wildlife Conservation Society (WCS), Forum Konservasi Leuser (FKL), dan the Leuser International Foundation (LIF) yang diluncurkan pada Mei 2017 lalu di Jakarta.

“Mungkin banyak yang bertanya, mengapa spesifik badak Sumatera? Hal ini karena spesies Badak Sumatera bercula dua merupakan spesies yang cukup spesial di mana mereka hanya dapat ditemui di Indonesia. Populasi Badak Sumatera di Malaysia dan Vietnam telah mengalami kepunahan. Hutan Indonesia adalah rumah asli terakhir para badak-badak unik ini yang tersebar di berbagai area terpisah seperti Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Gunung Leuser, Way Kambas dan beberapa individu di Kalimantan,” jelas Ni Made Ferawati, selaku Dokter Hewan Sumatran Rhino Sanctuary (SRS) Way Kambas.

“SRS Way Kambas sendiri dibangun sejak tahun 1996 di mana SRS menyediakan habitat alami dengan luas 20 Ha bagi setiap individu badak. Tim gabungan kami juga melakukan berbagai program untuk membantu perkembangbiakkan badak Sumatera, di antaranya melakukan cek kandungan, pengambilan sperma dari badak jantan maupun pemeriksaan x-ray di bagian tubuh badak yang sakit. Hal ini kami lakukan karena kemampuan berkembangbiak badak yang rendah yaitu hanya 1 anak setiap 5 tahun,” tambah Ferawati.

“Kitabisa.com, sebuah platform untuk menggalang dana dan berdonasi secara online, turut mendukung penuh upaya melestarikan badak Sumatera. Bertepatan dengan Hari Badak Sedunia, kami berharap donasi yang masuk ke kampanye #KadoUntukDelilah semakin banyak di mana dana tersebut dapat sangat berguna bagi kelangsungan badak Sumatera yang ada di SRS Way Kambas. Bagi semua yang ingin berpartisipasi secara langsung, dapat langsung mengunjungi https://kitabisa.com/kadountukdelilah,” tutup Iqbal Hariadi selaku Director of Crowdfunding Kitabisa.com.

“Dibutuhkan suatu pendekatan yang komprehensif dan terpadu dari Tim Badak dan setiap lapisan masyarakat guna mengatasi kondisi darurat badak Indonesia dari kepunahan. Banyak hal sederhana yang dapat dilakukan seperti misalnya para orang tua ataupun guru dapat terus menceritakan apa itu badak dan karakteristiknya, para pelaku industri mungkin bisa membuat hasil karyanya yang terinspirasi dari Delilah ataupun perjalanan badak Sumatera lainnya. Besar harapan kami, banyak hati dapat tergerak dari berbagai kampanye yang diselenggarakan, termasuk peringatan Hari Badak se-Dunia,” tutup Sectionov.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *