Ubi Ungu, Si Super Food yang kaya Manfaat

Indonesia kaya dengan sumber daya pangan lokal, diantaranya adalah ubiungu. Sebagai pangan lokal, ubi ungu sudah lama dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Selain kaya akan kandungan gizi makro dan mikro, ubi ungu juga kaya anti oksidan alami, yaitu antosianin dan karoten, yang bermanfaat bagi kesehatan.

Selain mengandung karbohidrat kompleks, ubi ungu juga mengandung vitamin A, B, dan C serta zat besi dan kalsium. Ubi ungu jga kaya akan serat, yang baik untu ksaluran cerna dan mengandung antosianin yang merupakan antioksidan yang lebih kuat dari pada vitamin C. Zat ini dapat memberikan perlindungan tubuh dari racun, radikal bebas dan anti bakteri patogen.

“Oleh karenanya, ubi ungu dapat digolongkan dalam super food karena mengandung unsur fitokimia antosianin dan betakaroten yang merupakan anti oksidan dan dapat mendukung kekebalan tubuh,” jelas Prof. Dr. Ir.Ali Khomsan, MS. Guru Besar Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor.

Di sejumlah daerah di Indonesia, ubi ungu telah lama dibudidayakan dan diolah menjadi berbagai kudapan seperti bolu, bakpia dan keripik. Melalui proses pengolahan yang tepat, dapat dihasilkan produk turunan ubi ungu yang aman, bernilai tinggi dan tahan lama sehingga bisa dikonsumsi tidak sekedar untuk kudapan saja.

“Teknologi pengeringan terkini, seperti teknologi drum drying dapat mempertahankan kandungan gizi ubi ungu sehingga manfaatnya tetap terjaga dan aman dikonsumsi sebagai makanan
pendamping ASI untuk bayi sekalipun” jelas Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, MSc. pakar teknologi pangan dari Institut Pertanian Bogor.

Sebagai pangan sumber karbohidrat, ubi ungu merupakan pangan lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan pokok pengganti beras.

selain dapat dapat meningkatkan asupan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas yang baik untuk mencegah berbagai penyakit degeneratif, dengan mengkonsumsi ubi ungu dapat membantu program diversifikasi pangan pokok untuk mendukung ketahanan pangan dan gizi Indonesia.

“Hal ini sesuai dengan pedoman gizi seimbang, dimana diversifikasi pangan menjadi salah satu pilar utama dalam upaya penurunan masalah pangan dan gizi. Program diversifikasi pangan menjadi penting, karena hingga saat ini ketergantungan konsumsi pangan masyarakat Indonesia terhadap sumber karbohidrat (makanan pokok) khususnya beras masih tergolong tinggi atau lebih dari 60%,” tambah Prof. Ali.

Bentuk sederhana dari diversifikasi pangan, dapat dilakukan melalui diet pelangi atau diet dengan berbagai aneka warna. Pola diet ini mengharuskan konsumsi beraneka warna makanan dalam setiap porsi makan.

Selain sarat akan kecukupan gizi, diet pelangi bermanfaat untuk menurunkan berat badan melindungi kulit dari penuaan dini, serta meningkatkan kekebalan tubuh. Lebih lanjut, diet pelangi sejalan dengan pedoman gizi seimbang, dimana masyarakat Indonesia dianjurkan untuk mengkonsumsi beragam kelompok pangan mulai dari makanan pokok, lauk, auk, sayur, buah dan air.

Semakin beragam makanan yang di konsumsi, maka semakin lengkap zat gizi yang diperoleh tubuh. Dengan berbagai manfaat yang dimiliki, mari kita mulai biasakan konsumsi ubi ungu untuk membantu kesehatan saluran cerna dan meningkatkan asupan antioksidanyang baik bagi kekebalan tubuh.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *