Unilever Indonesia Ajak Masyarakat Pahami Isu Sustainability

famiele.com, Jakarta – Dalam rangka membangun kesadaran masyarakat mengenai isu sustainability dan bagaimana peran  dunia bisnis  dalam mengatasinya, Unilever Indonesia menyelenggarakan acara Sustainability Day yang bertujuan untuk memasyarakatkan cara hidup dan cara berbisnis yang berkelanjutan / sustainable.

Saat ini, dunia termasuk Indonesia sedang menghadapi berbagai permasalahan mulai dari kelaparan, kemiskinan,kesehatan perubhan iklim dan sampah yang mengotori lingkungan. Masalah-masalah ini tentunya tidak akan dapat diatasi tanpa peran serta semua pihak, termasuk korporasi.

Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk. Hemant Bakshi mengatakan, bahwa Keberadaan bisnis tidak boleh malah membuat masalah ini menjadi semakin besar. Sebaliknya, dunis bisnis harus menjadi bagian dari solusi. Strategi dan aktifitas bisnis yang berbasis pada prinsip sustainability  menjadi sangat penting dalam hal ini.

“Di Unilever, sustainability sudah menjadi DNA kami  sejak pertama kali didirikan pada abad ke-19. Secara global, sejak awal Unilever memiliki tujuan besar untuk memasyarakatkan kehidupan yang sustainable atau berkelanjutan melalui produk-produk dan program-programnya. ” jelas Hemant

Pada tahun 2010, Secara global, Unilever meluncurkan Unilever Sustainable Living Plan, strategi untuk terus mengembangkan bisnisnya seraya mengurangi setengah dampak lingkungan yang ditimbulkan dan meningkatkan dampak sosial bagi masyarakat. Di Indonesia, melalui Yayasan Unilever Indonesia (YUI), Unilever telah menyusun dan mengimplementasikan  berbagai program  strategis berbasis masyarakat semenjak tahun 2000 saat Yayasan tersebut pertama kali berdiri. .

Hal itu sejalan dengan misi nya untuk menggali dan memberdayakan potensi masyarakat, memberikan nilai tambah bagi masyarakat, menyatukan kekuatan dengan mitra-mitranya dan bertindak sebagai katalis untuk pembentukan kemitraan baik dari institusi pemerintahan, LSM, akademisi, atau kelompok masyarakat setempat.

Dalam pilar kesehatan dan kesejahteraan (Health and Well-being) hingga tahun 2016 Unilever bersama brand-brand nya telah mempromosikan Perilaku Hidup Bersihdan Sehat (PHBS) melalui program komunirtas seperti program Pasar Sehat Berdaya, program Ibu Sehat dan program sekolah. Program ini telah menjangkau 88 juta orang Indonesia. Upaya melestarikan lingkungan (Environment) dilakukan dengan mengembangkan 1,630 bank sampah di 17 kota di 12 provinsi, dimana bank sampah telah mengumpulkan 4,363 ton limbah anorganik.

Unilever Indonesia juga memiliki program 0 (zero) sampah dari seluruh pabrik dan kantor pusat yang terbuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir), serta mengembangkan satu teknologi mutakhir pengolahan sampah plastik fleksibel yang dinamakan CreaSolv® Process.

Pada pilar peningkatan penghidupan (Enhance Livelihood), hingga tahun 2016 Unilever Indonesia telah meningkatkan mata pencaharian 35,500 petani kedelai hitam dan petani gula kelapa yang memasok bahan baku kecap Bango. Semenjak 2012, Unilever Indonesia memberdayakan pemetik teh di balik daun SariWangi, serta membantu lebih dari 500 ribu peritel kecil untuk meningkatkan pendapatan mereka melalui platforn distribusi berbasis IT – LeverEdge.

“Kami berharap acara ‘Sustainability Day’ dapat  menggerakkan kita semua  untuk lebih memahami isu sustainability , mendorong kita untuk menerapkan gaya hidup yang berkelanjutan dan menginsipirasi para pebisnis untuk ikut menjadi  solusi bagi permasalahan ini, demi mewujudkan masa depan yang cerah,” tutup Hemant di acara yang bertepatan dengan hari jadi Yayasan Unilever Indonesia (YUI) yang ke 17

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *