Usia Paruh Baya Rentan Gangguan Jantung

Penyakit Kardiovaskular atau Cardiovascular Disease (Heart Disease) sudah terbukti merupakan penyebab utama kematian di dunia. Setiap tahunnya tingkat kematian akibat penyakit ini terus meningkat, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2014 memperlihatkan bahwa sekitar 37 persen kematian penduduk Indonesia disebabkan Penyakit Kardiovaskular.

Dr Dinesh Nair, Specialist Interventional Cardiologist Mount Elizabeth Hospital Singapore dalam acara Health Talk bertajuk “Sayangi Jantungmu” yang di gelar Mount Elizabeth Hospital Singapore mengatakan bahwa penyakit ini bisa menyerang siapa saja terutama saat seseorang sudah menginjak usia paruh baya.

“Semua manusia yang hidup pasti memiliki resiko gangguan di jantung, apa lagi bagi orang-orang yang sudah menginjak usia 40 tahun ke atas, karena di usia tersebut fungsi organ jantung yang ada di tubuh manusia akan semakin lemah,” ujar Dr. Dinesh.

Lebih jauh Dr. Dinesh menjelaskan bahwa resiko yang dihadapi oleh orang-orang yang menginjak usia paruh baya sesungguhnya merupakan hasil dari gaya hidup yang tidak sehat semasa muda seperti merokok, dan sering mengkonsumsi makanan cepat saji. Oleh karena itulah penyakit ini tidak dapat langsung dirasakan oleh penderitanya di saat masih muda.

Menurut Dr. Dinesh penyakit Cardiovascular hanya dapat di deteksi dengan pemeriksaan secara tepat dan cermat, “Lakukan pemeriksaan rutin, dan hindari gaya hidup yang tidak sehat, sebelum gangguan di jantung benar-benar menyerang, karena kita tidak akan akan tahu kapan sumbatan ringan di jantung menjadi parah dan menyebabkan kematian bagi penderitanya,” ungkap Dr. Dinesh

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *