Waspadai Gejala Gangguan Tiroid pada Anak

famiele.com – Gejala gangguan tiroid sangat bervariasi dan tidak khas sehingga sering kali hanya dianggap sebagai keluhan akibat gaya hidup serba modern. Hal ini menjadikan gangguan tiroid diabaikan, tidak terdiagnosa sehingga terlambat diobati dan menurunkan kualitas hidup penderita, tentu saja termasuk gangguan tiroid pada anak

Gangguan tiroid adalah gangguan yang menyerang kelenjar tiroid baik gangguan fungsi dalam memproduksi hormon tiroid maupun adanya kelainan kelenjar tiroid tanpa gangguan fungsi.

Hormon tiroid sangat diperlukan dalam metabolisme tubuh, untuk membantu tubuh menggunakan energi agar tetap hangat, serta membuat otak, jantung, otot dan organ lainnya bekerja sebagaimana mestinya. Gangguan tiroid yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat mempengaruhi kualitas kehidupan sehari-hari dan memiliki dampak psikologis yang memberatkan.

Gangguan tiroid dapat menyerang siapapun, mulai dari janin sampai usai lanjut. DR dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp(A)K FAAP, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan, Hormon tiroid pada bayi dan anak berperan penting untuk perkembangan otak dan tumbuh kembang.

Gangguan tiroid dapat mengakibatkan gangguan tumbuh kembang dan gangguan perilaku pada anak-anak. Gangguan tiroid sejak lahir (Hipotiroid Kongenital-HK) dapat mengakibatkan retardasi mental.

Berdasarkan data registri HK UKK Endokrinologi Anak IDAI yang bersumber dari beberapa rumah sakit tertentu di Indonesia, sebagian besar penderita HK mengalami keterlambatan diagnosis sehingga mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan motorik serta gangguan intelektual.

Hasil penelitian di Indonesia oleh Pulungan dkk memperlihatkan keterlambatan pada pemberian terapi awal mempengaruhi IQ, yaitu kira kira 51 pada kasus kasus yang mendapatkan terapi awal pada usia 1.5 tahun. Pada penelitian ini juga memperlihatkan bahwa kadar FT4 normal mempertahankan perkembangan intelektual yang lebih baik pada sisa waktu perkembangan otak.

Selain HK, gangguan Tiroid pada anak lainnya adalah hipertiroid dan hashimoto. Untuk kasus hipertiroid pada anak sebagian besar adalah penyakit graves. Penyakit Graves merupakan penyakit autoimun dengan insiden 0.1-3 per 100.000 anak.

Insiden nya meningkat sesuai umur jarang ditemukan pada usia sebelum 5 tahun dengan puncak insiden pada usia 10 – 15 tahun. Perempuan lebih sering dibandingkan lelaki dan riwayat keluarga dengan penyakit autoimun meningkatkan resiko sebesar 60%.

Untuk insiden tiroiditis hashimoto di dunia diperkirakan sebesar 0.3-1.5 kasus per 1000 populasi per tahun. Perempuan 3-5 kali lebih sering terkena dibandingkan lelaki. Pasien DM tipe 1, sindrom down, sindrom turner lebih beresiko menderita tiroiditis hashimoto maupun kondisi autoimun lainnya.

Dr. Em Yunir SpPD-KEMD, PB PERKENI saat Memperingati Pekan Kesadaran Tiroid Internasional 2017, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bersama Merck menjelaskan, bahwa gangguan tiroid biasanya berupa kelainan fungsi hipertiroid (kelenjar tiroid memproduksi terlalu banyak hormon tiroid), hipotiroid (kelenjar tiroid tidak cukup memproduksi hormon tiroid) dan kanker tiroid.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *