Masyarakat Indonesia Mulai Kembali Menyukai Kuliner Lokal

famiele.com, Jakarta – IPSOS Indonesia yang memulai kegiatannya sejak tahun 2008 baru-baru ini kembali memperkenalkan studi terbaru yang diberi nama Indonesia Flair yang menampilkan penelitian dan pengamatan dari persfektif dan spectrum yang luas untuk menggabarkan kondisi sebuah Negara.

“Tahun ini, IPSOS Indonesia telah merampungkan studi IPSOS Flair yang memfokuskan diri pada beragam hal tentang Indonesia,” ungkap Soeprapto Tan, Managing Director IPSOS Indonesia

Salah satu hasil pengamatan IPSOS adalah Mengenai bagaimana orang-orang Indonesia menikmati kuliner dan beragam sajian hidangan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Santhi Serad seorang penggiat kuliner khas Indonesia dan ketua Aku Cinta Makanan Indonesia yang turut hadir dalam acara Media Gathering dan Buka Bersama yang di gelar IPSOS memaparkan bahwa saat ini lebih banyak orang Indonesia menghargai keberagaman pangan lokal dan lebih mau mengenal Indigineous food dengan mengeksplorasi melalui culinary trip ke berbagai daerah di Indonesia, di tengah gempuran restoran dengan franchise dari luar negeri.

Taste,  Knowledge dan Experience dalam menikmati makanan lokal sesuai adat istiadat setempat menjadi daya tarik bagi mereka. Di Jakarta dan Bali, banyak bermunculan resto Indonesia yang inovatif, ini artinya konsumen tertarik untuk kembali ke selera asal atau tradisional, budaya ‘on the go’ semakin meningkat.

“Saat ini kesadaran hidup sehat di masyarakat makin meningkat sehingga bermunculan produk berbahan natural dan menyehatkan. Mencari tahu informasi mengenai resto baru atau jenis makanan tertentu banyak melalui sosial media. Street food legendaris yang ada di kota-kota besar, mulai bermunculan kembali karena  terbantu dengan adanya transportasi online,” tambah Santhi Serad

Secara umum menurut pengamatan IPSOS, Indonesia terus bergerak maju. Demand akan apartemen lebih tinggi dibandingkan demand akan rumah bagi keluarga muda, untuk pertama kalinya di Indonesia, seiring dengan meningkatnya gaya hidup kaum milenial. Angka penjualan kendaraan juga meningkat, seperti di lima negara lainnya di Asia Tenggara (Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Singapura).

Namun pada saat bersamaan, pengelolaan waktu dan dinamika kehidupan di Indonesia juga semakin berubah. Perempuan Indonesia diharapkan untuk dapat beradaptasi dengan bijaksana, untuk dapat memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Jika diamati, banyak program TV yang membantu mereka untuk memutuskan makanan apa yang harus disajikan untuk keluarganya, maupun untuk dinikmati oleh dirinya sendiri. Program TV tidak saja menampilkan cara memasak masakan favorit, tetapi juga menampilkan pengalaman menikmati tempat makan dengan menu yang menggoda.

Studi tahunan ini menjadi tradisi tahunan di IPSOS, yang biasa dibuat oleh masing-masing kantor IPSOS di negara di mana IPSOS beroperasi, sebagai bagian dari upaya untuk menggali pemahaman yang lebih mendalam dan spesifik dari satu negara.

Awal tahun atau kuartal pertama tahun fiskal baru, adalah saat di mana IPSOS Flair biasanya rampung dikerjakan. Selain menyiapkan berbagai hasil studi sesuai dengan spesialisasi tertentu, berbagai Studi dalam IPSOS Flair juga dikembangkan menjadi sebuah dokumen yang dapat dibaca oleh siapapun yang berminat.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *