Modest Fashion Project 2018 Lahirkan Bintang Baru

famiele.com, Jakarta – Kompetisi desain busana muslim untuk perancang muda, Modest Fashion Project 2018, melahirkan sejumlah bintang baru dalam kancah industri mode Indonesia. Setelah melewati proses kurasi dan coaching, 17 desainer muda terpilih menampilkan karya terbaik mereka di panggung Ramadan Runway 2019 di Kota Kasablanka pada 9 Juni 2018 lalu.

Kompetisi ini diprakarsai oleh Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia DKI Jakarta untuk menggali potensi talenta muda Indonesia yang akan mewarnai industri fashion Indonesia dan siap mendunia.

Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki desainer muda kreatif yang melimpah dengan kekayaan budaya yang tersebar di berbagai pelosok negeri. Ini adalah modal yang sangat penting dalam menyongsong tahun 2020, di mana pemerintah mencanangkan Indonesia akan menjadi kiblat fashion muslim dunia.

“Ajang Modest Fashion Project 2018 menjadi ajang yang sangat tepat untuk mengasah kemampuan mereka agar dapat menciptakan karya berkualitas tinggi dan memiliki bisnis fashion yang siap mendunia di masa depan. Sebagai bagian dari Ramadan Runway 2019, Modest Fashion Project juga akan menjadi agenda penting dalam industri fashion muslim Indonesia, karena acara ini melahirkan bintang baru dan dibimbing oleh para desainer senior dari APPMI DKI Jakarta,” ujar Rudy Chandra, Ketua APPMI DKI Jakarta.

Dalam Modest Fashion Project 2018 yang juga didukung oleh Kementrian Perindustrian Republik Indonesia, para desainer muda ditantang untuk memadukan kekayaan tradisi lokal dengan nilai-nilai Islami dalam karyanya. Mereka pun menghadirkan berbagai keunikan dari beragam budaya Indonesia, seperti lurik, batik, ulos dan tenun. Beberapa peserta bahkan berusaha menggali tradisi lain di luar wilayah kediamannya. Dengan perspektif yang unik ini, panggung Modest Fashion Project 2018 semakin menarik untuk disimak oleh para pecinta fashion muslim Indonesia.

Dalam babak final akhirnya terpilih 4 peserta terbaik yaitu Rizky Aditya Rahmad (juara 1). Finalis dari Jakarta ini menghadirkan hijab dress turtleneck yang sedang menancapkan eksistensinya di kalangan fashionistas dunia. Rizki memadukannya dengan tenun yang membuat karyanya terkesan etnik dan modern karena dikombinasikan dengan tren sepatu musim ini, thigh high boot. Ia juga menghadirkan jumpsuit yang diserasikan dengan blazer tenun style dalam koleksi bertema Semusim yang dibawakannya.

Juara 2 diraih Dhiya Fajri Sadida. Mengusung tema Ikat Lurik Erat, finalis asal Tangerang ini menggunakan kain lurik khas Jepara dan katun drill premium yang bertekstur agar masih senanda dengan tekstur kain lurik. Pada bagian detail, ia menyelipkan beberapa kancing dan kain yang memanjang. Dhiya menggunakan teknik digital printing bermotif Candi Prambanan dan embroideri pada beberapa bagian siluet agar tampak seperti tiga dimensi

Juara 3 diraih Yuafni. Memadukan denim dan batik Jambi, finalis asal Jambi ini menggunakan nuansa biru dalam koleksi yang bertema BtoB (Best to Blue). Dengan linen shirt, denim crop top dan denim skirt, ia menargetkan koleksi ini untuk wanita metropolitan yang aktif dan cocok untuk dikenakan dalam berbagai kesempatan.

Sementara, Juara Favorit di boyong Cut Beleun Nurjanah. Finalis asal Aceh ini mengusung tema Abahan Teanteanan yang terinspirasi dari Tarian Tor Tor Sipitu Cawan. Menggunakan bahan ulos dan linen, ia mengusung look Androgini dengan motif horisontal dan vertikal pada bahan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *