Setelah Lima Tahun Pernikahan Kami……

Setelah kehadiran Irfan dalam kehidupanku, dunia terasa  terasa indah, setelah sebelumnya kabut kelam sempat menerpa jalan hidupku. Ia datang bagai malaikat yang menyelamatkanku dari keputus asaan. Aku akui lelaki yang saat ini menjadi suamiku bukanlah tipe pria yang romantis, ia cukup pendiam dan senang menyendiri, tapi Irfan sangat bertanggung jawab dengan pernikahannya. Tak sedikitpun ia memperlihatkan kekasaran, tapi sebaliknya ia begitu lembut, sangat sabar dan penuh perhatian.

Semangat hidup yang ditunjukan Irfan begitu membuatku terpesona, kami yang awalnya hanya bisa tinggal dirumah kontrakan dan hidup dengan sangat sederhana, secara perlahan-lahan, setapak demi setapak, kami bisa beranjak kepada kehidupan yang lebih baik. Kami mampu membeli rumah sendiri, memiliki kendaraan, memiliki tabungan dan sebuah tempat usaha jika kelak Irfan memutuskan untuk berhenti bekerja.

Semua itu sesungguhnya berawal dari impian, ya aku yakin, semua perempuan pasti memiliki mimpi seperti itu, dan betapa indah jika mimpi itu akhirnya bisa terwujud, walau dengan perjalanan yang sangat panjang dan berliku. Sungguh aku bersyukur memiliki seorang suami seperti Irfan, kupikir aku perempuan yang sangat beruntung bisa terpilih menjadi seorang istri dari laki-laki yang begitu mengagumkan.

Sepasang buah hati yang hadir ditengah-tengah keluarga kami menambah kebahagiaan yang telah kami rengkuh. Irfan juga menunjukan kualitasnya sebagai ayah yang baik, memberi mereka kehidupan dan pendidikan yang layak, menjadi teman bermain yag menyenangkan dan juga menjadi tempat bertanya saat mereka mengalami berbagai kesulitan dalam pelajaran dan hal apapun yang mereka ingin tahu

Tentu saja aku harus mengimbangi itu semua dengan pengabdianku sebagai seorang istri dan ibu dari anak-anakku. Aku berusaha keras menjadi istri yang baik, patuh pada suami, menjaga kehormatanku sebagai istrinya, menjadi ibu yang baik, membesarkan anak-anakku menjadi sholih dan sholihah. Aku memanfaatkan pernikahanku sebagai ladang amalku, sebagai tiket ke surga.  Walaupun begitu… hidup seperti halnya makanan penuh dengan bumbu. Ada bumbu yang manis, yang pahit, yang pedas, dan lain-lain.

Setelah lima tahun kulalui kebahagiaan itu, aku dikejutkan dengan kenyataan pahit, saat Irvan mengaku selama lima tahun hidup bersamaku ia sesungguhnya tak pernah bisa mencintaiku. Saat itu aku seperti mendengar suara petir menggelegar di kepalaku. Bumi seakan berguncang memporak-porandakan kekokohan imanku. Dan hatiku hancur berkeping-keping. Aku merasa menjadi perempuan paling pilu sedunia. Tak ada lagi yang bisa kupikirkan selain menumpahkan kebingunganku dengan air mata kepedihan.

Ingatanku kembali ke lima tahun lalu saat Irfan datang melamarku, mengucapkan janji setia saat penghulu berada dihadapan kami, melakukan ritual malam pertama yang begitu indah, menjaga aku dengan setia saat anak kami yang pertama akan terlahir ke dunia. Apa yang sebenarnya ia rasakan, “lalu untuk siapa dan karena apa semua yang telah kamu perjuangkan jika bukan untukku dan karena cinta dan kasih sayangnya padaku, untuk siapa mas….?”

Pertanyaan itu memang tak pernah terjawab, suamiku hanya bisa tertunduk seakan merasakan penyesalan yang teramat sangat, “Maafkan aku bu, jika aku telah menyakiti hatimu dengan pengakuan itu, tapi aku harus mengatakannya, agar aku tak lagi terbebani dengan perasaan bersalah yang selama ini kupendam, tapi aku pernah berikrar dihadapanmu, aku tak akan pernah menceraikanmu, dan aku tak akan pernah menikah lagi,”

Hanya setitik harapan itu, setelah kejujurannya yang menghampakan itu terurai dari mulutnya. Jujur aku akui bahwa aku juga tak dapat menyalahkannya, terlebih ia sudah menunjukan tanggung jawabnya sebagai seorang suami dan ayah yang telah memberikan segalanya untuk kami, walau aku sendiri tak pernah tahu untuk apa ia melakukan semua itu. saat ini aku masih berusaha menjadi istri yang baik untuknya sambil berharap benih-benih cinta yang sesungguhnya tumbuh dalam hatinya dan kehangatan kembali menyertai kami sekeluarga, Amiiin…..

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *